Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Cara Menghindari Tunggakan Kartu Kredit

Jumat 18 Jan 2019 18:39 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Perempuan belanja. Ilustrasi

Perempuan belanja. Ilustrasi

Foto: Dailymail
Banyak pengguna kartu kredit kurang memerhatikan tagihan yang tercatat pada nota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat pertama kali memegang kartu kredit, mungkin Anda akan diselimuti rasa senang dan bangga karena kini dapat berbelanja sesuka hati tanpa harus susah payah membawa sejumlah uang. Anda juga dapat menikmati reward dan berbagai promo kartu kredit untuk menghemat pengeluaran sehari-hari.

Di samping kemudahan dan keuntungan yang diberikan, kartu kredit dapat menjadi salah satu penyebab masalah keuangan bila tidak menggunakannya secara bijak.
Untuk itu, cermati cara bijak menggunakan kartu kredit berikut ini agar fasilitas yang ada di dalamnya dapat Anda manfaatkan secara maksimal.

Nah, menghindari tunggakan kartu kredit, lakukan cara berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com.

photo
Kartu kredit, ilustrasi

Tetapkan Anggaran Belanja yang Dibutuhkan Terlebih Dahulu
Dengan total gaji yang diterima per bulan, cobalah menetapkan jumlah yang akan dihabiskan untuk belanja bulanan. Alokasikan sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda sehari-hari.

Misalnya dari total gaji Rp 6 juta, Anda akan menghabiskan Rp 1,8 juta per bulan khusus untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sedangkan sisanya dapat digunakan untuk membayar kontrakan, cicilan kartu kredit, ataupun ditabung.

Anggaran yang ditetapkan harus jelas sesuai dengan penggunaannya. Tetapkan anggaran yang realistis tanpa terkesan boros ataupun pelit. Sesekali gunakan kartu kredit saat berbelanja untuk menikmati promo yang ditawarkan.

Pikirkan Manfaat Barang yang Dibeli
Belanja kebutuhan di luar anggaran sering kali menimpa seseorang yang dapat mengakibatkan terjadinya pemborosan. Tidak dapat dimungkiri, tawaran diskon yang diberikan supermarket tertentu sulit dihindari apalagi jika supermarket sedang mengadakan cuci gudang.

Namun perlu diingat, belanja itu tidak boleh sesuka hati agar pengeluaran dapat terkendali. Pikirkan terlebih dahulu manfaat suatu barang sebelum memutuskan untuk membelinya.

Dengan begitu, Anda tidak asal-asalan saat membeli, sehingga barang tersebut bisa memberikan manfaat maksimal bagi diri Anda nantinya.

photo
Ilustrasi Belanja Lebaran

Atur Limit untuk Mengontrol Pengeluaran
Kartu kredit yang diterbitkan memiliki limit tertentu sesuai dengan tipe kartu kreditnya. Semakin tinggi tipe kartu, maka semakin besar limit yang ditawarkan.

Agar nafsu belanja dapat terkontrol, sebaiknya pilih kartu kredit dengan limit yang paling rendah, sehingga tagihan yang dibayarkan setiap bulan juga rendah. Pilihlah limit kartu kredit yang sesuai dengan kondisi finansial agar Anda dapat membayar tagihan secara tertib dan teratur. Cara ini juga akan membantu Anda agar terhindar dari tunggakan.

Lebih Teliti saat Membayar Tagihan
Meski tak samua, kebanyakan pengguna kartu kredit kurang memerhatikan tagihan yang tercatat pada nota tagihan yang diberikan oleh bank. Akibatnya, nasabah sering mengalami salah bayar, dimana jumlah yang dibayarkan lebih besar daripada jumlah yang seharusnya.

Untuk itu, teliti nota tagihan kartu kredit sebelum membayar tagihan atau cicilan. Apabila ada transaksi yang salah, Anda dapat mengajukan komplain kepada pihak bank.

Meneliti tagihan kartu kredit perlu dilakukan untuk menghindari adanya scam atau penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, termasuk pihak internal bank sendiri.

Cukuplah Hanya dengan 2 Kartu Kredit Saja saat Transaksi
Jika Anda sudah memiliki satu kartu kredit, pihak bank pasti akan menawarkan pembuatan kartu kredit kedua, ketiga, dan seterusnya, apalagi jika tagihan dibayarkan secara lancar.

Tawaran seperti ini harus diperhatikan untuk tidak asal terima saja agar kondisi finansial tidak terganggu. Jika Anda ingin punya lebih dari satu kartu kredit, sebaiknya jumlahnya tidak lebih dari 2 kartu

Sebab semakin banyak kartu kredit, semakin tinggi pula nafsu belanja dan semakin besar tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan jika memang Anda sulit mengontrok keinginan belanja.

Apabila jumlah kartu kredit melampaui 2 buah, Anda bisa membekukan transaksi pada kartu kredit yang lain. Jika sudah dibekukan, Anda tidak dapat menggunakannya kembali, sehingga keuangan Anda semakin terkendali.

Manfaatkan Berbagai Promo dan Reward
Kartu kredit tidak lepas dari promo dan reward yang menggiurkan. Meskipun menggiurkan, Anda harus tetap realistis saat memanfaatkan promo yang ditawarkan agar pengeluaran tidak membengkak.

Gunakan promo untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan untuk pemborosan. Sebelum membeli barang, perhatikan harga barangnya terlebih dahulu.
Jika Anda sanggup membayar tagihan barang tersebut, silakan dibeli. Jika tidak, pergilah dan jangan mengingat barang itu lagi. Cara ini sangat membantu untuk menghindari diri dari jeratan utang.

Simpan Kartu Kredit di Tempat yang Aman
Ada kalanya Anda harus meninggalkan kartu kredit saat bepergian ke suatu tempat, terutama jika jatah gaji bulanan sudah hampir habis untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sebagai gantinya, Anda dapat membawa uang tunai sesuai kebutuhan pada hari itu.

Misalnya Anda ingin bersantai di kafe, bawalah satu lembar uang seratus ribu saja. Jika Anda ingin menerapkan cara yang ekstrim, simpan kartu kredit di tempat yang paling aman, seperti tumpukan baju.

Nah, ketika ingin mengambilnya, Anda sudah malas terlebih dahulu sehingga niat untuk menggunakan kartu kredit tersebut. Alhasil, keinginan Anda untuk belanja yang tidak diperlukan pun menjadi tertunda, bukan?

Ubah Persepsi saat Menggunakan Kartu Kredit
Kartu kredit berguna untuk memudahkan transaksi, bukan sebagai alat untuk menumpuk utang. Apabila Anda salah mengartikan manfaatnya, segera ubah persepsi Anda agar dapat menggunakan kartu kredit secara bijak dan tepat demi mencapai finansial yang sehat.

Artikel ini kerja sama Republika.co.id dan Cermati.com

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA