Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Wilayah Jawa Barat Berstatus Siap Siaga Banjir dan Longsor

Kamis 17 Jan 2019 16:53 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Banjir Rob

Ilustrasi Banjir Rob

Foto: Foto : MgRol112
Status siaga berlaku hingga akhir Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Hasil rapat koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, hingga akhir Mei 2019 semua wilayah di Jawa Barat dinyatakan berstatus siaga banjir dan longsor. Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan melakukan peningkatan kesiapsiagaan. 

“Kami bersama-sama dengan masyarakat di enam kecamatan di Kota Bogor telah bersiap siaga dan waspda. Saya sudah kirim surat imbauan ke enam kecamatan itu dengan harapan masyarakat dapat waspada menghadapi bencana banjir, longsor, dan puting beliunh di puncak musim hujan serta cuaca ekstrem,” kata Ganjar, Kamis (17/1). 

Ganjar menjelaskan, persiapan antisipasi bencana dilakukan mulai dari memobilisasi sumber daya, peralatan, dan juga menggelar kegiatan simulasi tanggap bencana bersama masyarakat. Latihan simulasi bencana longsor, kata dia, baru-baru ini digelar di Kelurahan Cibogor dan Kelurahan Kedunghalang. 

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, kesiapsiagaan bencana tidak boleh hanya dibebankan pada BPBD saja. Pasalnya, terdapat keterbatasan personel dan anggota yang ada di dalam BPBD. 

“Maka itu kami sedang berupaya membentuk kelurahan dan sekolah yang tangguh akan bencana,” kata Ade. 

Dia menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar sebelas kelurahan tangguh bencana yang telah dibentuk.  Ke depan, jumlah kelurahan dan sekolah tangguh bencana tersebut akan terus ditambah sesuai dengan peta kebencanaan yang tengah dirancang. 

Menurutnya, dari segi kontur wilayah, Kota Bogor memang dikenal sebagai wilayah yang rentan akan bencana longsor dan banjir. Namun begitu, pihaknya mengaku akan memperbaiki infrastruktur dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) dan membersihkan drainase untuk meminimalisasi banjir lintasan yang kerap terjadi. 

Ade juga mengimbau kepada warga Kota Bogor untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA