Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kementerian BUMN akan Bentuk Holding Percetakan Media

Rabu 16 Jan 2019 18:44 WIB

Red: Nur Aini

Kantor Kementerian BUMN

Kantor Kementerian BUMN

Perusahaan BUMN yang ada akan tetap dipertahankan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk membentuk holding percetakan media dengan konsep operating holding.

"Jadi nanti Insya Allah kita (akan) bentuk semacama holding namanya holding percetakan media tapi konsepnya operating holding," kata Kepala Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Mahmud Husein kepada Antara di Jakarta, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan bahwa BUMN-BUMN yang akan tergabung dalam holding itu akan tetap ada. Namun nanti ada induknya yang akan mengatur secara strategis bisnis dan grupnya di bawah holding percetakan media.

"Kalau kita maunya secepatnya, tapi ada proses yang harus kita tempuh. Mudah-mudahan mungkin targetnya pada 2019, kalau tidak pada tahun 2020," kata Mahmud.

Selain rencana untuk membentuk holding percetakan media, Kementerian BUMN juga saat ini sedang menyusun rencana konsolidasi lima BUMN yang tergabung dalam klaster media atau National Publishing News Corporation (NPNC) yakni Perum LKBN Antara, Perum Percetakan Negara RI (PNRI), PT Balai Pustaka (Persero), Perum Produksi Film Negara (PFN), dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

"Salah satu tujuan kita itu adalah mensinergikan semua sumber daya yang dimiliki masing-masing BUMN ini kemudian menjadi kekuatan, salah satunya pada hari ini (Rabu) Perum PNRI mendapat tugas mencetak Kitab Suci Alquran artinya mencetak kitab suci tersebut nanti kita bisa juga bersinergi dengan BUMN lain dalam rangka pemasarannya," ujarnya usai menghadiri peresmian dan peninjauan operasional mesin pencetak Alquran milik Perum PNRI.

Menurut Mahmud, terkait dengan program sinergi BUMN pihaknya ingin ke depannya bantuan-bantuan BUMN untuk masyarakat tidak hanya dalam bentuk barang lain namun dalam bentuk Alquran karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal itu terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana, pesantren, madrasah dan perguruan tinggi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA