Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Angela Merkel: Masih Ada Waktu untuk Negosiasi Brexit

Rabu 16 Jan 2019 19:07 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Angela Merkel

Angela Merkel

Foto: EPA-EFE/NDR/Wolfgang Borrs
Kesepakatan Brexit yang diajukan May ditolak parlemen Inggris lewat voting.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Inggris masih punya waktu untuk menegosiasikan kesepakatan Brexit yang baru dengan Uni Eropa. Merkel menambahkan ia menyesali keputusan Parlemen Inggris menolak kesepakatan  yang diajukan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

"Kami tentu melakukan segalanya demi menemukan solusi (Brexit berlangsung dengan) tertib, tapi kami juga siap jika tidak ada solusi yang tertib," kata Merkel di Berlin, Jerman, Rabu (16/1).

Para anggota parlemen Inggris telah melakukan pemungutan suara dalam kesepakatan yang diajukan May. Tapi seperti yang sudah diprediksi kesepakatan tersebut ditolak. Dengan perbandingan 432 anggota menolak dan 202 setuju Parlemen Inggris menolak kesepakatan itu.

"Kami masih punya waktu untuk bernegosiasi, tapi sekarang kami menunggu apa yang ditawarkan perdana menteri Inggris," kata Merkel.

Gubernur Bank of England Mark Carney mengatakan pasar keuangan cukup jinak dalam melihat kekalahan May di parlemen. Pasar terlihat yakin proses Brexit akan ditunda.

Di hadapan komite keuangan Parlemen Inggris, Carney mengatakan reaksi pasar terhadap hasil pemungutan suara kesepakatan Brexit menunjukkan para investor terlihat berpikir 'kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan atau no deal sudah berkurang'. Carney menegaskan hal itu bukan pandangannya.

Ia juga menambahkan ia tidak akan membeli saham jangka-pendek di pasar keuangan saat ini. Tapi, ia juga mengatakan menguatnya poundsterling mengisyaratkan para investor mengira tenggat waktu Inggris keluar dari Uni Eropa akan diperpanjang.

"Ada sejumlah ekspektasi proses resolusi (Brexit) akan diperpanjang," kata Carney.

Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret mendatang. Tapi, mereka dapat meminta Uni Eropa untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut.

Baca: Theresa May Hadapi Mosi tidak Percaya Setelah Brexit Ditolak

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA