Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Adu Kuat Donald Trump dan Politikus Demokrat

Selasa 15 Jan 2019 15:36 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/Fergi/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: REUTERS/Mike Segar
Sekitar 800 ribu pegawai federal tak digaji.

REPUBLIKA.CO.ID, Sudah lebih dari 24 hari pemerintahan AS tutup atau shutdown. Upaya yang dilakukan oleh Gedung Putih maupun Kongres untuk mengakhiri krisis belum membuatkan hasil.

Presiden AS Donald Trump tetap bersikukuh untuk memasukkan anggaran pembangunan tembok perbatasan sebesar 5,7 miliar dolar AS. Sebaliknya Partai Demokrat yang menguasai House menolak rencana tersebut.

Shutdown membuat banyak pelayanan publik tidak berjalan dengan optimal. Maklum sekitar 800 ribu pegawai federal tak digaji. Ribuan kontraktror pemerintahan federal juga berhenti bekerja. Restoran di dekat kantor pemerintahan pun sepi.

Di Gedung Putih, Donald Trump memesan makanan cepat saji McDonald dan Wendy's karena koki di sana masih diliburkan karena belum digaji. 

"Kami memiliki pizza, kami memiliki 300 hamburger, banyak, banyak kentang goreng, semua makanan favorit kami," kata Trump kepada wartawan yang sedang menyambut tim Football, Clemson Tigers, Senin (14/1).

Baca juga, AS Shutdown, Makanan Mewat Gedung Putih Diganti McDonald.

Menurut S&P Global Rating, shutdown pemerintahan AS telah berdampak ke ekonomi hingga 3,6 miiliar dolar AS. Shutdown ini merupakan yang terlama. Sebelumnya Shutdown terpanjang terjadi pada 1995-1996 di era Bill Clinton.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak saran untuk membuka pemerintahan sementara waktu saat negosiasi anggaran tembok perbatasan dengan Demokrat terus dilakukan.

Usulan itu sebelumnya disampaikan anggota Senat dari partai Republik Lindsay Graham. Ia menyarankannya untuk membuka pemerintahan setidaknya selama tiga pekan. Trump juga tak mau mengumumkan status darurat nasional.

"Saya tidak akan mengumukan darurat nasional, ini sangat sederhana kami tidak perlu melakukannya," kata Trump, Selasa (15/1).

Trump terus menyalahkan Partai Demokrat atas kebuntuan ini. Trump menilai mereka hanya bersenang-senang. "Saya di Gedung Putih, menunggu. Demokrat ada di mana-mana kecuali di Washington ketika orang-orang menunggu gaji mereka. Mereka bersenang-senang dan bahkan tidak berbicara!” tulis  Trump di Twitter, Ahad (13/1).

Drew Hammill, wakil kepala staf untuk Ketua House dari Partai Demokrat Nancy Pelosi, menjawab cicitan Trump di Twitter. “Ketua Pelosi telah berada di DC sepanjang akhir pekan dan bekerja dari Capitol," tulis Hammill.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA