Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Gerai Central Department Store di Neo Soho akan Ditutup

Selasa 15 Jan 2019 15:28 WIB

Rep: Adinda Pryanka / Red: Nur Aini

Central Neo Soho, Jakarta, akan resmi tutup pada 18 Februari 2019.

Central Neo Soho, Jakarta, akan resmi tutup pada 18 Februari 2019.

Foto: dok. PT Central Retail Indonesia
Managemen akan fokus pada bisnis gerai di Grand Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Central Department Store di Neo Soho akan resmi tutup pada 18 Februari 2019. Sebelum menyelesaikan masa operasionalnya, toko ritel di bawah naungan PT Center Retail Indonesia ini menggelar diskon penutupan hingga 90 persen sampai 17 Februari 2019.

PR Department Manager PT Central Retail Indonesia Dimas Wisnu Wardana Mengatakan, keputusan menutup Central Neo Soho dikarenakan strategi bisnis. Setelah ini, perusahaan akan fokus pada gerai lain yang berada di Grand Indonesia, Jakarta. "Kami pusatkan segala sumber daya kami ke flagship store kami di sana," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Selasa (15/1).

Dimas menambahkan, sumber daya tersebut termasuk karyawan yang selama 2,5 tahun sudah bekerja di Central Neo Soho. Perusahaan memastikan tidak akan memutuskan hubungan kerja begitu saja, melainkan mentransfer mereka ke Central Grand Indonesia.

Dimas mengatakan, semenjak Central Neo Soho beroperasi, perusahaan selalu berupaya agar toko tersebut dapat berkembang dengan hasil maksimal, baik dari segi bisnis dan komersial. Tapi, setelah mengamati tren belanja konsumen yang bergeser kepada sistem lebih cepat dan efisien, perusahaan memutuskan untuk menutupnya.

Selain fokus ke toko di Grand Indonesia, Dimas menambahkan, pihaknya juga sedang memperkuat omnichannel berbelanja central department store dengan nama Central on Demand. Platform tersebut dikuatkan melalui aplikasi messenger seperti whatsapp dan Line yang sudah dijalankan sejak awal 2018.

Dimas mengakui, keputusan ini tidak berlangsung secara instan. Perusahaan selalu menganalisis perkembangan gerai mereka per tahun. "Karena tren bisnis yang shifting ke sistem yang lebih cepat dan efisien itu, mulai awal tahun 2018, kami meluncurkan layanan belanja melalui Central On Demand," ucapnya.

Penutupan Central Neo Soho disebut Dimas tidak lantas akan mematikan langkah PT Center Retail Indonesia untuk ekspansi. Penambahan gerai di Indonesia sudah masuk dalam rencana perusahaan, tapi tidak dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, perusahaan hanya ingin fokus menjalankan omnichannel dan pengembangan Central Grand Indonesia.

Perjalanan sejarah Central dimulai di Thailand pada 1947 dengan sebuah toko keluarga yang didirikan oleh Mr. Tiang dan putra sulungnya, Mr. Samrit Chirathivat. Bisnis ini kemudian diperluas ke Central Trading Store dengan unit setinggi dua lantai di lokasi baru. Di sini, mereka mulai mengimpor barang-barang seperti buku, pakaian siap pakai, dan kosmetik dari Amerika Serikat dan Eropa.

Pada 2014, Central mulai ekspansi ke Indonesia dengan meluncurkan Central Department Store Indonesia di Grand Indonesia East Mall di Jakarta. Flagship store pertamanya di Indonesia berjanji untuk merangkul warisan budaya kedua negara dan memberikan dukungan kepada masyarakat setempat, serta memenuhi  keinginan dan kebutuhan gaya hidup modern dan produk berkualitas yang terjangkau di Asia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA