Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Trump Bergeming, Belum Ada Tanda Shutdown Berakhir

Selasa 15 Jan 2019 09:59 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: REUTERS/Mike Segar
Trump bersikukuh ingin kongres mendanai proyek pembangunan tembok di perbatasan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mundur dari pertarungan yang mengakibatkan pemerintahan shutdown. Trump menolak saran untuk membuka pemerintahan untuk sementara waktu saat negosiasi anggaran tembok perbatasan dengan Demokrat terus dilakukan.

Sebelumnya anggota Senat dari partai Republik Lindsay Graham menyarankannya untuk membuka pemerintahan setidaknya selama tiga pekan.

Namun Trump tetap bersikukuh meminta anggaran sebesar 5,7 miliar dolar AS untuk tembok perbatasan dengan Meksiko. Trump juga mengatakan tidak akan mendeklarasikan status darurat nasional.

"Saya tidak akan mengumukan darurat nasional, ini sangat sederhana kami tidak perlu melakukannya," kata Trump, Selasa (15/1).

Baca juga, Politikus Partai Republik Minta Trump Akhiri Shutdown.

Belum ada tanda-tanda kebuntuan negosiasi antara Trump dengan Kongres akan terpecahkan. Selama satu pekan terakhir tidak ada negosiasi yang dilakukan untuk mengakhiri shutdown terpanjang dalam sejarah Amerika ini.

Para anggota Kongres dari partai Republik masih mengawasi pergerakan Trump. Sementara para anggota Kongres dari partai Demokrat tidak menunjukan tanda-tanda mereka akan menyetujui permintaan Trump tersebut. Demokrat yang menguasai majelis rendah meminta Trump membuka kembali pemerintahan sebelum perundingan perbatasan dilakukan.

Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk mendekati anggota partai Demokrat yang memiliki jabatan lebih rendah dibandingkan harus berhadapan dengan Ketua House of Representative Nancy Pelosi dan Ketua Senat Chuck Schumer untuk menegosiasikan anggaran tembok perbatasan.

Gedung Putih mengatakan, mereka berencana untuk mengajak anggota baru House of Representative terutama mereka yang menentang kepemimpinan Pelosi.

Belum diketahui apakah ada anggota House of Representative dari Demokrat yang bersedia diajak bekerja sama. Secara terpisah puluhan senator dari kedua partai melakukan pertemuan untuk memecahkan kebuntuan negosiasi yang mengakibatkan shutdown masih terus berlangsung.

Graham, senator dari partai Republik lainnya Susan Collins dan Joe Manchin serta Tim Kaine dari partai Demokrat menghadiri pertemuan tersebut. John Cornyn dari partai Republik mengatakan ketua Senat Mitch McConnell mengetahui tentang pertemuan itu.
"Saya tidak akan mengatakan ia merestuinya," kata Cornyn.

Kantor berita Associated Press mengatakan, kemungkinan kelompok tersebut menghasilkan solusi  tanpa persetujuan Trump sangat kecil. Sebab di masa lalu, penengah dari kedua partai tidak pernah berhasil menyelesaikan perselisihan di antara mereka.

Sementara itu dampak shutdown tahun ini semakin terasa. Sebanyak 800 ribu pengawai pemerintahan federal tidak mendapatkan gaji mereka yang seharusnya dibayar pada hari Jumat (12/1) lalu. Membuat banyak pekerja khawatir dengan tagihan rumah dan tagihan-tagihan lainnya terus membengkak.

Setengah dari pekerja pemerintahan federal AS tidak melakukan pekerjaan mereka membuat banyak layanan pemerintah AS berhenti. Para penumpang di Bandara Atlanta harus menunggu satu jam lebih lama karena tidak ada petugas yang memeriksa barang-barang mereka.

Selama akhir pekan Trump menghabiskan waktunya di Gedung Putih. Memanggil pembantu-pembantunya dan para anggota legislatif yang mendukungnya. Melalui media sosial Twitter dengan agresif ia juga menyerang dan menyalahkan partai Demokrat atas shutdown pemerintahan ini.

Ia menekankan argumen yang berulang kali ia sampaikan dalam pidatonya di konvensi pertanian di New Orleans. Trump mengatakan 'tidak ada pengganti' untuk tembok perbatasan di perbatasan sebelah selatan.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA