Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Alasan Happy Salma Konsisten Angkat Sastra Indonesia

Senin 14 Jan 2019 09:51 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Esthi Maharani

Happy Salma

Happy Salma

Foto: Republika/Noer Qomariah Kusumawardhani
Ia mengaku sangat mencintai sastra Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Happy Salma bisa disebut sebagai aktris yang konsisten mengangkat sastra-sastra Indonesia. Lewat Yayasan Titimangsa Foundation yang dirintisnya, Happy mengalihwahanakan tokoh-tokoh sastra maupun karya sastranya ke dalam pertunjukan teater.

Ia mengaku sangat mencintai sastra Indonesia sehingga konsisten menggali dan mengangkatnya dalam bentuk pertunjukan. Bulan depan, giliran kisah hidup penyair nasional Amir Hamzah yang ia angkat menjadi pertunjukan teater. Drama berjudul 'Nyanyi Sunyi Revolusi' itu merupakan proyek ke-39 Happy Salma di bawah naungan Titimangsa Foundation dengan dukungan Djarum Bhakti Foundation.

"Ini saya lakukan karena rasa cinta. Kalau sekali dua kali mungkin euforia tapi saya berusaha lakukan terus menerus karena kecintaan terhadap sastra Indonesia," kata Happy saat ditemui pada akhir pekan lalu.

Pegiat seni yang mengawali karier dari dunia model ini merasa mendapat banyak pencerahan ketika membaca kisah tokoh-tokoh dan karya sastra lawas. "Mereka memberi banyak pembelajaran hidup," ujar Happy.

Menurutnya kisah tokoh atau karya sastra yang dialihwahanakan biasanya dipilih dari sosok atau karya yang punya kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tokoh yang diangkat haruslah sosok yang memiliki keteguhan dan perjalanan hidup yang menginspirasi banyak orang.

Dalam pemilihan pemain, Happy bersama dengan sutradara dan penulis melakukan casting tertutup. "Saya cinta karya sastra Indonesia dan ingin menyebarluaskan sebanyak-banyaknya.Panggung adalah salah satu medianya," ungkapnya.

Untuk proyek selanjutnya, istri dari Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa tersebut berharap bisa mengangkat puisi-puisi terbaik yang ada di negeri ini. "Saya sistem bekerjanya paralel, sekali kerja melakukan banyak riset. Mana yang lebih dulu tumbuh itulah yang digarap lebih dulu," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA