Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

PGN Perluas Jaringan Gas di Serang

Sabtu 12 Jan 2019 20:10 WIB

Red: Friska Yolanda

Jaringan gas rumah tangga

Jaringan gas rumah tangga

Foto: Prayogi/Republika
Jargas akan dialirkan ke 5.043 saluran rumah du Kecamatan Kramatwatu, Serang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperluas ketersediaan infrastruktur jaringan gas atau jargas di Kabupaten Serang, Banten. Pembangunan jargas itu didanai anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai Rp 124,88 miliar.

Siaran pers PGN yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/1), menyebutkan penambahan jargas itu menyasar pengguna rumah tangga. Hal itu diharapkan meningkatkan penggunaan energi baik yang lebih terjamin dan murah.

Pada tahap pengoperasian nanti, PGN akan memanfaatkan sumber gas dari kontraktor Connoco Philips Grissik Ltd. Nantinya, gas akan dikucurkan dengan volume 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pekerjaan pembangunan jargas sudah sesuai target, yang dimulai pada Mei hingga berakhir Desember 2018. Dalam rencana pengoperasian, jargas akan mengaliri pelanggan sebanyak 5.043 saluran rumah atau SR di Kecamatan Kramatwatu, Serang.

"Perluasan jargas ini adalah upaya bersama untuk memperluas dan pemerataan pemanfaatan kekayaan alam negeri ini," ujar Direktur Utama PGN Gigih Prakoso.

Ia mengungkapkan, pemerintah dan PGN akan terus memperluas jargas. Ke depan, lanjutnya, makin banyak skema yang bisa digunakan untuk merealisasikan pembangunan jargas.

"Gas merupakan energi masa depan yang sangat membantu kehidupan masyarakat. PGN mempunyai potensi besar sebagai penyangga dan pelayan bagi masyarakat," ungkapnya.

Menurut dia, terdapat beberapa keunggulan gas pipa PGN antara lain berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri, sehingga tak membebani neraca perdagangan. Gas pipa juga merupakan jenis metana berbobot ringan, sehingga cepat atau gampang menguap dan minim risiko kebakaran. Sementara, elpiji berjenis propana yang mempunyai bobot massa lebih berat dan lebih mudah tersulut.

"Keunggulan-keunggulan tersebut akan lebih memudahkan masyarakat mengakses energi yang lebih ramah lingkungan, selain juga penggunaan gas ini membantu kemandirian energi nasional," kata Gigih.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA