Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Petani Tasikmalaya Terima Bantuan 40 Ton Benih Sumber Padi

Jumat 11 Jan 2019 18:08 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Friska Yolanda

Petani menanam benih padi dengan mesin penanam (transplanter) di lahan persawahan (ilustrasi)

Petani menanam benih padi dengan mesin penanam (transplanter) di lahan persawahan (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Benih yang dibagikan memiliki potensi hasil tinggi, pulen dan tahan terhadap hama.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dalam rangka pelaksanaan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) di Tasikmalaya, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Badan Litbang Pertanian menyerahkan bantuan 40 ton benih sumber padi Varietas Unggul Baru (VUB). Pemberian bantuan yang juga disaksikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman itu diberikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan petani penangkar. 

Kepala BB Padi Sukamandi Priatna Sasmita mengatakan, VUB yang diserahkan terdiri atas Varietas Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice) dan Situbagendit. “Ketiga VUB Padi tersebut memiliki keunggulan potensi hasil tinggi, pulen dan memiliki ketahanan terhadap beberapa penyakit utama padi,” kata Priatna saat pemberian bantuan di Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (11/1). 

Penyerahan benih VUB ini dimaksudkan agar petani segera mengganti penggunaan VUB lama yang potensi hasil dan ketahanannya sudah  kurang baik dengan VUB terbaru yang potensi hasil dan ketahanannya lebih baik. Sehingga, hal ini dapat membuat produksi padi di Tasikmalaya meningkat secara signifikan.

Priatna pun menjelaskan varietas Inpari 32 HDB memiliki potensi hasil sebanyak 8,4 ton per hektare. Sedangkan varietas Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice) memiliki potensi hasil sebesar 10,5 ton per hektare.

Varietas itu juga diklaim sebagai varietas ramah lingkungan karena memerlukan bahan kimia yang relatif sedikit sebagai implikasi dari adaptasi yang baik. Di satu sisi, Priatna mengingatkan pula bahwa  benih yang diberikan tersebut di atas merupakan kelas benih pokok (stock seed) untuk ditangkarkan menjadi benih sebar (extention seed). 

Oleh karena itu, jika sebanyak 40 ton benih tersebut ditangkarkan semuanya pada luasan 2 ribu hektare (penggunaan benih 20 kilogram per hektare), dan dari setiap hektare sedikitnya dapat menghasilkan 4 ton benih sebar, maka diharapkan dapat menghasilkan 8.000 ton benih sebar. Ia menilai, jumlah  tersebut akan mencukupi  kebutuhan tanam padi seluas 400 ribu hektar atau melebihi kebutuhan benih Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki luas baku lahan sawah 51.297 hektare dan luas tanam 144.239 hektare per tahun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Roni A Sahroni mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan benih padi VUB untuk petani di Tasikmalaya. “Kami berharap, semua petani di Tasikmalaya pada musim mendatang sudah menanam padi VUB, sehingga bisa mendongkrak produktivitas padi dan pendapatan petani di Tasikmalaya,” kata Roni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA