Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Budi Daya Kultur Jaringan Punya Potensi di Revolusi Industri

Jumat 11 Jan 2019 15:11 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Petani mengemas jagung manis ke dalam karung usai dipanen di area pertanian Desa Paron, Kediri, Jawa Timur, Rabu (12/9).

Petani mengemas jagung manis ke dalam karung usai dipanen di area pertanian Desa Paron, Kediri, Jawa Timur, Rabu (12/9).

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Pertanian tentu menjadi salah satu penopang utama kebutuhan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Indonesia sedang berada di ambang pintu revolusi teknologi. Saat itu, budi daya kultur jaringan atau yang dikenal dengan istilah in vitro dirasa memiliki potensi berkembang yang besar.

Revolusi industri 4.0 secara fundamental akan mengubah cara hidup dan bekerja satu sama lain baik lingkup domestik maupun global. Sektor pertanian tentunya memiliki peranan penting menjaga kestabilan nasional.

Sebab, pertanian tentu menjadi salah satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian. Apalagi, saat ini Indonesia diperkirakan memiliki jumlah penduduk yang mencapai 265 juta jiwa.

Kebutuhan terhadap kesiapan sumber daya manusia pertanian mumpuni tentu sangat diperlukan. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtaan) Yogyakarta-Magelang menjadi salah satu elemen yang menopang tanggung jawab besar tersebut.

Untuk itu, Polbangtan berusaha meningkatkan kualitas dan kapasitas peserta didik melalui beragam cara. Salah satu yang dilakukan yaitu memberikan kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis berprospek baik.

Kultur jaringan menjadi salah satunya. Karenanya, pelatihan-pelatihan sudah dilaksanakan secara simultan sejak para peserta didik masih duduk dibangku semester lima hingga menjelang semester enam.

Langkah ini diharapkan mampu membangkitkan gairah, semangat, dan kepercayaan diri bagi para peserta didik di Polbangtan Yogyakarta-Magelang. Sehingga, saat lulus tidak cuma berharap jadi pekerja di instansi pemerintah.

Konsultan Bisnis Kultur Jaringan, Pranowo mengatakan, mereka justru harus mampu menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri dan orang lain. Karenanya, pelatihan teknis itu menjadi elemen yang sangat penting.

"Ternyata, bidang pendidikan terkait topik kultur jaringan memang prospek yang sangat menjanjikan di era revolusi industri 4.0, tidak hanya di negara maju tapi juga di negara transisi seperti Indonesia," kata Pranowo, Kamis (10/1).

Ia menekankan, kultur jaringan dapat menyediakan segala jenis kebutuhan pangan dari seluruh dunia. Menurut Pranowo, semua itu bisa tersedia tanpa harus pergi ke negara asal tanaman tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA