Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Negeri tanpa Maksiat, Mimpikah?

Jumat 11 Jan 2019 10:01 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Prostitusi online.    (ilustrasi)

Prostitusi Online. (ilustrasi)

Foto:
Gaya hidup bebas di Indonesia akibat sistem sekular makin mewabah

Tinggal di Prancis, sebuah negara yang menganut sistem sekular dan menjadikan kebebasan sebagai asas hidup rakyatnya, membuat orang yang hidup di sini dipenuhi gaya hidup serba bebas yang menurut saya seringnya malah kebablasan. Berpelukan atau bahkan berciuman biasa dilakukan di tempat umum, hidup bersama tanpa status pernikahan, seks bebas menghiasi negara maju ini. Dan tidak ada aturan yang melarang hal ini, karena dianggap kebebasan untuk masyarakat yang tinggal di sini. Bahkan tak jarang saya melihat sistem sosial yang rusak akibat gaya hidup bebas ini.

Jujur saja saya sempat merasa tenang karena nantinya setelah suami saya menyelesaikan PhD-nya di Prancis, insya Allah saya akan pulang ke Indonesia dan membesarkan anak saya di negeri tercinta Indonesia. Tapi saat saya melihat berita akhir-akhir ini yang ada di Indonesia, saya menjadi sedih dan ternyata keamanan yang saya harapkan hanya menjadi impian.

Setelah saya coba lihat seksama, di Indonesia pun terjadi hal yang sama, gaya hidup bebas akibat sistem sekular makin mewabah. Padahal kalau kita kaitkan dengan sila dalam pancasila jelas perbuatan maksiat ini tidak sesuai dengan sila yang ada.

Jujur, saya pun menjadi bingung dan berpikir harus ke mana lagi mencari tempat hidup dan membesarkan anak dengan aman. Apakah negeri tanpa maksiat hanya menjadi sebuah mimpi belaka?

Tentu kita pahami sebagai seorang Muslim, bahwa prilaku perzinaan adalah maksiat yang harus dihilangkan dari negeri tercinta ini. Karena Allah sangat membenci perbuatan ini dan perbuatan ini pun sangat merusak tatanan sosial bahkan mengundang bencana.

Dalam aturan Islam, sanksi sangat berat berlaku untuk pelaku perbuatan zina dan berlaku untuk semua yang terlibat dalam hal ini, baik pelaku, PSK dan pengguna jasa PSK. Mengapa sanksi harus berat? Justru inilah kehebatan Islam, Islam mempunyai aturan yang tidak hanya memberikan efek jera bagi pelakunya tapi juga efek mencegah pada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. Allah paling memahami sifat manusia dan apa yang terbaik untuk manusia karena Allahlah yang menciptakan manusia sendiri.

Ibarat sebuah ponsel merk tertentu, yang memiliki buku manual. Jika ponsel itu rusak biasanya hal pertama yang kita lakukan adalah melihat buku manual merek ponsel itu bukan merek ponsel lainnya, atau kita pergi ke tempat servis ponsel merek tersebut bukan merek lainnya, karena kita tahu yang paling mengerti tentang ponsel itu adalah perusahaan yang membuatnya, sehingga kita yakin ponsel kita akan normal lagi jika kita mengikuti buku manual tersebut atau kita servis ke tempat ponsel merek itu.

Begitu pun hidup kita yang jelas lebih kompleks dari sebuah ponsel, sudah seharusnya kita bisa yakin dengan aturan Sang Pencipta yaitu Allah dalam menjalani hidup kita. Karena hanya Allahlah yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Jika masyarakat negeri tercinta Indonesia ini memiliki keyakinan yang terbaik hanya berasal dari Allah dan menjadikan Islam sebagai way of life mereka maka tidak ada yang tidak mungkin membuat negeri ini berubah menjadi lebih baik. Saat Islam dijadikan aturan hidup yang menyeluruh dalam kehidupan kita semua, insya Allah saya yakin negeri tanpa maksiat itu bukan hanya ada dalam mimpi belaka. Wallahu a’lam bi ash-shawaab.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA