Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Jokowi Beri Perhatian Khusus pada Harga Beras

Jumat 04 Jan 2019 11:22 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pedagang beras dengan bermacam harga.

Pedagang beras dengan bermacam harga.

Foto: Republika/Yasin Habibi
Harga beras medium rata-rata Rp 8.500 per kilogram

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus kepada harga kebutuhan pokok beras. Presiden juga menekankan bahwa pemerintah mengupayakan harga beras terus stabil.

"Yang pertama yang saya lihat beras karena ini pengaruhnya terhadap inflasi. Harga beras sangat berpengaruh sehingga beras yang terlebih dahulu yang saya lihat," kata Presiden Jokowi di Kampus STKIP PGRI Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1).

Presiden menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan mengenai hasil kunjungannya ke Pasar Ngemplak Tulungagung Jumat (4/1) pagi. Presiden mengatakan stabilisasi harga beras melalui operasi pasar Bulog mulai efektif menstabilkam harga beras.

"Kita lihat biasanya setiap Desember dan Januari naiknya pasti tinggi. Tadi saya lihat stabil, beras medium juga tercukupi," katanya.

Ia menyebutkan harga beras medium rata-rata Rp 8.500 per kilogram. "Memang di pasaran yang kurang itu beras medium. Tapi kalau melihat stoknya tadi 'Insya Allah' tidak ada masalah untuk beras," katanya.

Kepala Negara menyebutkan dirinya mengecek semua harga kebutuhan pokok baik yang harganya turun, stabil, maupun naik. "Yang naik itu tadi daging ayam, naik Rp 1.000 dari Rp 31 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Saya kira ini perlu perhatian. Meskipun naiknya Rp 1.000 ini akan kita perhatikan," katanya.

Presiden menyebutkan ada masalah di pasokan pakan ternak yang kurang yaitu jagung ke peternak, sehingga itu memengaruhi harga daging ayam. "Naik sekecil apapun harus diperhatikan karena kita ingin mengendalikan harga-harga dan menurunkan inflasi," katanya.

Ia menyebutkan inflasi sudah cenderung turun. Pada tahun 2017 mencapai 3,61 persen dan tahun 2018 hanya 2,13 persen.

"Ini patut kita syukuri. Orang harus mengerti bahwa yang namanya inflasi rendah atau turun itu artinya harga juga turun, jangan diartikan yang lain, itu sudah rumus," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA