Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

BMKG Pasang Alat Pantau Ketinggian Air Selat Sunda

Kamis 03 Jan 2019 15:22 WIB

Red: Ani Nursalikah

Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air.

Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Hingga saat ini BMKG memiliki 26 alat sensor water level di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang alat pemantau ketinggian air atausensor water level untuk memantau ketinggian air di Pulau Sebesi yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Alat ini telah dipasang di pulau dekat gunung anak Krakatau tersebut untuk memantau ketinggian air sekaligus sebagai data dalam menentukan peringatan dini bila terjadi tsunami di selat Sunda karena gempa tektonik dan vulkanik," kata Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi BMKG, Widada Sulistya yang dihubungi di Jakarta, Kamis (3/1).

Alat tersebut dipasang di dermaga Pulau Sebesi Lampung Selatan serta di wilayah Labuhan Banten, tepatnya di PLTU Labuhan, Banten. Widada menjelaskan, alat tersebut mengunakan sensor berupa tipe ultrasonik yang menghitung seberapa kecepatan dari objek yang dilepaskan (berupa sinyal frekuensi) yang bersifat stasioner untuk mengukur ketinggian permukaan air laut.

Ia mengemukakan, data perekaman dari sensor water level akan dikirimkan langsung ke server BMKG. Update dilakukan setiap satu menit sekali untuk mengetahui ketinggian air permukaan laut di wilayah tersebut. 

Pemasangan sensor ini digunakan pada AWS di 24 Stasiun meteorologi Maritim BMKG yang tersebar di Indonesia untuk mengukur ketinggian air di daerah sekitar pelabuhan. Widada menyatakan, dari lokasi pengamatan akan didapat data / nilai yang akan otomatis dikirim ke BMKG, server lalu akan diolah menjadi produk dalam bentuk grafik. Dari sinilah, terlihat jenis gelombang, apakah gelombang pasang surut apa gelombang yang lain.

Ia mengemukakan, grafik akan terlihat berbeda ketika menggambarkan gelombang pasang surut dengan tsunami. Gelombang tsunami akan terlihat lebih signifikan di bandingkan gelombang pasang surut biasa.

Menurut dia, ada beberapa syarat untuk memasang sensor water level, yaitu harus bisa menentukan batas minimal yang dapat dideteksi oleh sensor dalam kondisi air yang tidak boleh kering. Untuk pemasangan alat di Lampung dan Banten disiapkan setelah terjadinya tsunami di Banten yang diakibatkan aktivitas gunung Krakatau. Hingga saat ini BMKG memiliki 26 alat sensor water level yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA