Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Jumlah Pendaki Gunung Lawu Saat Pergantian Tahun Menurun

Selasa 01 Jan 2019 23:19 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah pendaki Gunung Lawu berada di gerbang jalur pendakian Cemorosewu di Magetan, Jawa Timur, Selasa (1/1/2019)

Sejumlah pendaki Gunung Lawu berada di gerbang jalur pendakian Cemorosewu di Magetan, Jawa Timur, Selasa (1/1/2019)

Foto: Antara/Siswowidodo
Cuaca buruk membuat jumlah pendaki Gunung Lawu menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- Jumlah pendaki Gunung Lawu pada masa pergantian tahun 2018-2019 melalui jalur pendakian Cemorosewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menurun diduga akibat cuaca buruk.

Petugas loket jalur pendakian Cemorosewu, Suparman di Magetan, Selasa (1/1), menyebutkan jumlah pendaki yang terdata di pos masuk jalur Cemorosewu sejak Senin (31/12) pagi hingga Selasa (1/1) sebanyak 850 orang.

"Jumlah pendaki Gunung Lawu yang melalui Cemorosewu sejak kemarin (Senin) pagi hingga siang ini (Selasa) sebanyak 850. Dibanding tahun-tahun sebelumnya pada saat pergantian tahun, jumlahnya sangat menurun. Selain karena ada libur panjang sebelum tahun baru, juga cuaca yang kurang mendukung," katanya.

Menurut dia, pada saat pergantian tahun, biasanya jumlah pendaki yang melalui jalur pendakian Cemorosewu rata-rata antara 2.000 hingga 3.000 orang pendaki.

"Kemarin lusa (Ahad, 30 Desember 2018), jalur pendakian sempat ditutup karena adanya hujan dan badai. Tapi kemarin pagi, ketika kondisi cuaca sudah normal mulai dibuka lagi," ujarnya.

Seorang pendaki, Sujono warga Desa Sidowayah, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur menuturkan di kawasan puncak Gunung Lawu kondisi cuaca buruk. Bersama lima temannya dia menginap di kawasan Hargodalem sejak Senin (31/12) pukul 18.00.

"Saya berangkat dari Cemorosewu Senin pukul 09.00, sampai di Hargodalem pukul 18.00. Kondisi cuaca sangat buruk, hujan deras dan terjadi badai di antara pos empat sampai pos lima," katanya.

Menurut dia, hingga Selasa pagi, di kawasan sekitar puncak masih terjadi hujan dan badai. Sehingga banyak pendaki yang masih tertahan di kawasan puncak karena sebagian pendaki tidak berani menerobos kawasan yang dilanda badai.

Hal senada diungkapkan Suharto, pendaki asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia tertahan di antara pos dua dan pos tiga, karena terjadi hujan deras dan badai.

"Saya berdua dengan teman saya, Triyanto berangkat pukul 18.00 dari Cemorosewu. Karena hujan deras dan terjadi badai, akhirnya kami mendirikan tenda sebelum sampai pos tiga," ungkapnya.

Sampai Selasa pagi, kata dia, kondisi cuaca masih buruk. Sehingga, dia tidak melanjutkan pendakian, dan memutuskan untuk turun.

Setiap pergantian tahun banyak pendaki menyambut datangnya tahun baru di puncak Gunung Lawu. Para pendaki biasanya menyaksikan matahari terbit dari kawasan puncak gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA