Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

15 Korban Longsor di Sirnaresmi Sukabumi Ditemukan Meninggal

Selasa 01 Jan 2019 16:53 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nur Aini

Longsor (Ilustrasi)

Longsor (Ilustrasi)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Jumlah warga yang terdampak bencana longsor mencapai 101 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak 15 orang korban bencana longsor di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi dipastikan meninggal. Belasan korban tersebut ditemukan petugas gabungan pada Senin (31/12) malam dan Selasa (1/1).

''Sudah ditemukan 15 orang korban dalam kondisi meninggal,'' ujar Danrem 061 Suryakencana Kolonel Inf M Hasan kepada wartawan di lokasi bencana di Kampung Cimapag Desa Sirnaresmi. Dengan ditemukannya korban tersebut, maka tersisa sebanyak 20 orang yang masih hilang.

Menurut Hasan, total korban yang dilaporkan hilang mencapai 35 orang. Dari 15 orang yang ditemukan meninggal, sebanyak 9 sudah berhasil dievakuasi dan 6 orang lainnya masih berada di lokasi bencana. 

Sembilan orang yang meninggal telah berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Hendra (38 tahun), Sasa (4), Elan (3 bulan), Ukri (50), Riska (27), Rita (15), Yanti (38), Ahudi (60), dan Suryani (35). 

Menurut Hasan, total jumlah warga yang terdampak bencana mencapai 101 orang. Rinciannya sebanyak 63 orang selamat, tiga orang luka-luka, meninggal dunia sembilan orang, dan belum ditemukan 20 orang.

Hasan mengungkapkan, upaya evakuasi enam orang korban lainnya yang sudah ditemukan di lokasi menunggu kondisi cuaca. Kondisi cuaca di lokasi tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi karena turun hujan.

Kasi Ops Basarnas Jakarta Made Oka menambahkan, lokasi bencana longsoran ke rumah penduduk sekitar 200 meter. Ia menerangkan, ada dua kategori rumah yang terkena yakni parsial lebar 50 meter dan panjang 70 meter.

''Bila ada warga yang merasa kehilangan keluarga bisa melaporkannya ke posko bencana,'' kata Oka. Petugas akan melakukan pencarian korban yang dilaporkan hilang tersebut.

 

 

 

Namun kata Oka, data yang diperoleh petugas berasal dari aparat Desa Sirnaresmi. Di mana datanya telah lengkap sesuai dengan nama dan alamat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA