Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Orang Berahlak Mulia Harus Sambungkan Persaudaraan

Senin 31 Dec 2018 20:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan pada Muhasabah Akhir Tahun, di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (31/12).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan pada Muhasabah Akhir Tahun, di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (31/12).

Foto: Foto: Edi Yusuf/Republika.
Orang yang memiliki ahlak mulia mampu memaafkan pada orang yang mendzolimi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- KH Yayan Hasuna Hudaya dari Ormas Mathlaul Anwar, menyambut baik acara Muhasabah Akhir Tahun yang digelar Republika, di Masjid Pusdai, Senin (31/12). KH yayan, dalam kultumnya menyoroti tentang ciri orang yang memiliki ahlak mulia.

Pertama, menurut KH Yayan, orang yang memiliki ahlak mulia mampu memaafkan pada orang yang mendzolimi dan menyakiti dirinya. "Kan ada orang yang kesal sama orang sampao sumpah serapah sampai 7 turunan. Bakat ku ambek (saking marahnya, red). Nah orang yang mulia itu mau memaafkan orang yang mendzoliminya," ujar KH Yayan.

Ciri orang berahlak mulia yang kedua, menurut KH Yayan, harus mau memberi pada orang yang celit. Ciri ketiga, adalah orang yang menyambungkan persaudaraan. "Tak akan masuk syurga orang yang memutuskan persaudaraan," katanya.

KH Yayan menjelaskan, Allah SWT berfirman "bahwa kita semua manusia akan dihina, celaka, sengsara dimana pun berada. Kecuali, yang mengadakan hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia". Arti luasnya, habluminallah yaitu mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan.

Sedangkan habluminanas, kata dia mentaati hukum manusia. Yakni, ada aturan tinggal di Indonesia. "Kalau melanggar aturan hukum maka akan celaka apalagi melanggar hukum Allah," katanya.

Selain itu, kita tak bisa hidup sendiri. Meski ada istilah hidup mandiri, namun, semua orang akan saling membutuhkan. 

"Kita pakai sorban misalnya ga bikin  sendiri. Tapi memerlukan ribuan tangan itu hanya sorban saja. Maka jangan sombong di dunia ini," katanya.

KH Yayan mengatakan, surga itu bukan hanya untuk kiai, santri, atau ketua Ormas tapi untuk orang yang bertaqwa siapa pun. Tanda orang taqwa itu, pertama dia mau berbagi berinfaq dengan orag lain saat harta banyak maupun sedikit sesuai dengan kemampuan. 

Karena infaq bukan hanya dengan harta, tapi kalau punya harta bisa dengan harta. Namun kalau tidak, bisa dengan tenaga dan ilmu. 

"Jangan marah dan emosi. Sahabat pernah minta nasehat ke rasul dan rasul menyarankan jangan marah dan emosi. Kedua, memaafkan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA