Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Putin Kirim Surat ke Donald Trump, Ini Isinya

Ahad 30 Dec 2018 22:08 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Vladimir Putin

Vladimir Putin

Foto: EPA/Sergei Chirikov
Putin juga mengirimkan surat ke Presiden Suriah Bashar al-Assad.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow siap berdialog dengan Amerika Serikat (AS) tentang berbagai agenda. Pernyataan itu disampaikan Putin dalam sepucuk surat yang ditujukan untuk Presiden AS Donald Trump.

"Vladimir Putin menekankan hubungan [Rusia-Amerika Serikat] adalah faktor paling penting untuk menciptakan stabilitas strategis dan keamanan internasional," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, Ahad (30/12), seperti dikutip Aljazirah.

"Dia membenarkan bahwa Rusia terbuka untuk berdialog dengan AS mengenai agenda paling luas," tambah pernyataan itu.

Pada akhir November lalu, Trump tiba-tiba membatalkan pertemuannya yang telah direncanakan dengan Putin di sela-sela pertemuan puncak G20 di Argentina. Pembatalan itu disebabkan oleh ketegangan yang terjadi setelah pasukan Rusia menembaki kapal angkatan laut Ukraina dan kemudian menyitanya.

Surat itu ditulis beberapa hari setelah Trump mengatakan akan menarik seluruh tentara AS yang berjumlah 2.000 dari wilayah Suriah yang dikuasai Kurdi. Menurut Trump, Washington telah mencapai tujuannya dengan mengalahkan ISIS di wilayah tersebut.

Moskow melakukan intervensi di Suriah dengan mendukung Pemerintah Suriah pada 2015, beberapa tahun setelah konflik dimulai.

Dalam surat terpisah kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, Putin menjanjikan kelanjutan bantuan kepada Pemerintah Suriah dalam upaya perang melawan terorisme. Tujuannya adalah membela kedaulatan negara dan integritas wilayah.

Dia juga mengirim surat ucapan selamat Tahun Baru kepada para pemimpin dunia lainnya, termasuk Perdana Menteri Inggris Theresa May, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Cina Xi Jinping.

Kedutaan Besar Rusia di London mengatakan pada Jumat (28/12) bahwa Moskow dan London telah sepakat untuk mengembalikan beberapa staf ke kedutaan masing-masing setelah mereka mengusir puluhan diplomat awal tahun ini.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA