Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

BNPB: Terus Meletus, Volume Anak Krakatau Menurun

Sabtu 29 Dec 2018 21:08 WIB

Red: Andri Saubani

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III Siaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan volume Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menurun akibat laju letusan yang tinggi dalam beberapa hari. Namun, status Anak Krakatau tetap pada Level III Siaga.

"Volume yang hilang diperkirakan 150 juta hingga 180 juta meter kubik. Volume yang tersisa saat ini berkisar 40 juta hingga 70 juta meter kubik," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/12).

Sutopo mengatakan, letusan terus menerus selama beberapa hari telah mengubah bentuk Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter menjadi 110 meter.

Menurut Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus diamati dan dipantau secara intensif oleh PVMBG. Status masih tetap Siaga atau Level III.

"Tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Awas atau Level IV. Bahkan tidak ada rencana menaikkan status dengan kondisi saat ini,"katanya.

Masyarakat diimbau tetap tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam lingkar lima kilometer dari kawah karena bahaya lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat. Aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12) menyebabkan terjadi tsunami di Selat Sunda.

Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung. Hingga Sabtu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 431 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA