Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Polisi Koordinasikan Buku Diduga Komunis ke Kemenkumham

Jumat 28 Dec 2018 04:00 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Temuan buku diduga berisi ajaran komunis (Ilustrasi).

Temuan buku diduga berisi ajaran komunis (Ilustrasi).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Kemenkumham akan melakukan pemetaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi akan mengkoordinasikan temuan buku diduga berisi ajaran komunisme di Kediri, Jawa Timur, dengan Kementerian Hukum dan HAM. Koordinasi itu agar dilakukan pemetaan terhadap konten buku itu apakah benar mengandung ajaran yang melanggar pidana.

"Nanti akan dikonsultasikan dengan Kementerian hukum dan ham, itu kan baru sampul saja belum dilihat isinya, apakah buku itu isinya ada hal yang sifatnya bertentangan dengan undang-undang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Kamis (27/12).

Kemenkumham terlebih dahulu akan melakukan pemetaan. Setelah itu, ratusan buku yang ditemukan tersebut akan diuji isinya, apakah mengandung perbuatan pidana. Bila ada perbuatan pidana, kata dedi, polisi akan menelusuri penjual, penulis hingga orang yang memproduksi buku tersebut.

"Tidak bisa gegabah harus diasesmen, kalau dinyatakan terlarang oleh kementerian hukum dan HAM, bila ada perbuatan pidana Polres kediri akan menelusuri," ujar Dedi.

Untuk diketahui, Petugas gabungan dari Kodim 0809 Kediri, Polres Kediri, dan Kesbangpol Kabupaten Kediri menyita sekitar 160 buku dengan berbagai judul. Ratusan buku tersebut diduga berisi ajaran komunis.

Buku-buku itu diamankan dari dua pemilik. Ada tiga toko buku yang ada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, di area Kampung Inggris. Toko buku itu adalah toko Q - Ag 1 dan 2, serta toko Ab. Secara total, terdapat sekitar 160 buku yang diamankan dari lokasi toko buku tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA