Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Tahun Depan Rusia Miliki Sistem Rudal Berkekuatan Nuklir

Rabu 26 Dec 2018 23:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nashih Nashrullah

Rusia akan mengambil reaksi keras jika Amerika Serikat melakukan segala bentuk serangan militer ke Iran

Rusia akan mengambil reaksi keras jika Amerika Serikat melakukan segala bentuk serangan militer ke Iran

Foto: irib
Sistem rudal ini memungkinkan tepat sasaran hingga antarbenua.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada tahun depan untuk pertama kali Rusia akan membuat rudal hipersonik berkekuatan nuklir dalam jumlah besar. 

Ia menambahkan dengan langkah ini artinya Rusia memiliki tipe senjata strategis baru.  

Hal ini Putin katakan saat memeriksa pra uji coba sistem rudal yang baru itu. Kantor Kepresidenan Rusia, Kremlin mengatakan sistem rudal yang baru tersebut dinamakan Avangard. 

"Uji coba ini, yang mana sudah selesai, berakhir dengan sangat sukses, mulai tahun depan, 2019, pasukan bersenjata Rusia akan memiliki sistem rudal antarbenua yang baru Avangard," kata Putin kepada jajarannya, Rabu (26/12). 

Putin mengatakan momen ini sangat penting bagi angkatan bersenjata dan bangsa Rusia. 

Ia dengan bangga mengatakan Rusia telah memiliki tipe senjata strategis baru. Sistem rudal baru ini adalah salah satu dari beberapa senjata baru mereka yang Putin umumkan pada bulan Maret lalu. 

udal-rudal Avangard dapat dengan mudah menghindari sistem pertahanan udara musuh. 

Putin mengamati uji coba ini lewat jarak jauh di gedung Kementerian Pertahanan Rusia. 

Dalam pernyataannya, Kremlin mengatakan uji coba senjata baru ini dilakukan di sebelah barat Rusia. Senjata itu berhasil menghancurkan sasaran yang berada di sebelah Timur Jauh Rusia.  

Putin mengumumkan serangkaian senjata baru Rusia pada Maret lalu. Salah satu di antaranya Avangard. Senjata itu yang paling gencar Putin promosikan. 

Dalam pidatonya Putin mengatakan kini Rusia dapat mengenai sasaran di mana pun di seluruh dunia dan menghindari sistem pertahanan rudal Amerika Serikat.  

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA