Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Penembakan Anggota TNI Diselesaikan dengan Hukum Militer

Rabu 26 Dec 2018 15:34 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Situasi lokasi penembakan anggota TNI Angkatan Darat yang diberondong peluru hingga tewas, di depan sekolah Santa Maria, Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/12).

Situasi lokasi penembakan anggota TNI Angkatan Darat yang diberondong peluru hingga tewas, di depan sekolah Santa Maria, Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/12).

Foto: Republika/Febrianto Adi
Polri tak ikut terlibat dalam pengusutan kasus ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi tak ikut mengusut kasus pembunuhan anggota TNI AD Letkol Dono Kuspriyanto oleh tersangka anggota TNI AU Serka JR. Karena, kasus tersebut melibatkan anggota TNI dan harus diselesaikan dengan hukum militer.

"Ini adalah ranah militer, bukan ranah kepolisian," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (26/12).

Maka, jelas Dedi, kasus tersebut akan diselesaikan dengan Kitab Undang-undang Hukum Militer. Hukum acara pidana yang digunakan pun Hukum Acara Pidana Militer. Polisi Militer (PM) TNI pun menjadi pihak yang memiliki wewenang untuk memeriksa pidana pembunuhan itu.

"Karena ini pidana kriminal murni mereka (PM) yang berkompeten untuk menjelasakan secar komprehensif masalah teknis dan pemeriksaan penanganan terhadap kasus tersebut," kata dia.

Pembunuhan Letkol Dono terjadi di Jalan Santa Maria, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa (25/12) malam. Dono dibunuh Serka JR dengan cara ditembak. Dono ditembak di mobil dinasnya oleh JR yang berada dalam pengaruh minuman keras.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA