Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Begini Cara Membuat HRD Terkesan saat Wawancara Kerja

Senin 24 Dec 2018 00:54 WIB

Red: Gita Amanda

Wanita wawancara melamar pekerjaan hrd interview job (ilustrasi)

Wanita wawancara melamar pekerjaan hrd interview job (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Persiapan dilakukan secara matang agar sesi wawancara kerja berjalan lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perasaan gugup kerap kali menghampiri saat pertama kali berbicara dengan orang baru. Bagaimana tanggapan orang tersebut terhadap cara berpakaian, cara berbicara dan perilaku kita selama wawancara menjadi penilaian penting.

Segala persiapan dilakukan secara matang agar sesi wawancara kerja berjalan lancar, lawan bicara juga terkesan dengan jawaban yang kita lontarkan. Namun sebaik apapun persiapan yang dilakukan, nyatanya tidak selalu sesuai dengan realita di lapangan.

Kadang kala yang terjadi malah kita dicap jelek oleh pewawancara. Agar kehadiran kita di sesi wawancara meninggalkan kesan baik, lakukan 6 hal ini agar HRD terkesan seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Jangan sampai membuat HRD menunggu, datang lebih awal

Poin pertama yang wajib diperhatikan adalah jangan pernah membuat HRD menunggu kedatangan kita untuk wawancara. Sejauh apapun rumah dengan lokasi kantor, pastikan datang paling lambat 15 menit sebelum wawancara dimulai.

Jika terlambat, maka kita akan dianggap tidak disiplin. Jika baru tahap wawancara saja sudah tidak disiplin, bagaimana nanti ketika sudah bekerja? Jadi jangan pernah menyepelakan kedatangan untuk menghadiri sesi wawancara.

Datang lebih awal juga menunjukkan kalau kita antusias untuk mengikuti wawancara. Disamping itu, hal ini terkesan menghargai perusahaan karena kita tidak membiarkan orang lain menunggu kehadiran kita.

2. Perhatikan bahasa tubuh

Jawaban yang bagus bila tidak didukung dengan bahasa tubuh yang baik pula, hasilnya pasti nihil. Bahasa tubuh mencerminkan perasaan yang kita hadapi. Misalnya jika merasa senang, kita pasti melompat-lompat kegirangan atau tertawa terbahak-bahak.

Jadi, bahasa tubuh penting diperhatikan agar kesan baik terpancar dengan sendirinya lewat diri kita. Baik tidaknya bahasa tubuh dapat dinilai dari gerak-gerik ketika memasuki ruang wawancara.

Mulai dari cara mengetuk pintu, cara berjalan, cara berjabat tangan hingga posisi duduk. Tenangkan diri sebelum memasuki ruang wawancara untuk menghilangkan rasa grogi, sehingga wawancara berjalan lancar sesuai persiapan diawal.

3. Jangan pernah merasa takut

Kita sering merasa gugup, takut, tertekan dan stres meskipun waktu pelaksanaan wawancara kerja masih lama. Hal ini wajar karena wawancara kerja ibaratnya pertaruhan hidup dan mati. Kalau kita tidak tampil maksimal, hilang sudah kesempatan mendapat kerja di perusahaan impian.

Sebelum memasuki ruang wawancara, sebaiknya tarik napas secara perlahan. Lakukan terus-menerus sampai detak jantung terasa normal. Kalau sudah merasa tenang, masuklah ke ruang dan mulai sesi wawancara secara rileks.

4. Gunakan kedua tangan

Ketika menjawab pertanyaan dari pewawancara, gunakan kedua tangan untuk memunculkan kesan rileks. Pelamar yang menjelaskan sesuatu menggunakan gerak tangan dipercaya lebih mudah dipekerjakan karena orang seperti ini dipercaya gampang berbaur dengan orang lain dalam membangun team work.

Hal ini memang sulit dilakukan oleh orang yang belum terbiasa. Meski begitu, jangan pernah menyembunyikan tangan di dalam saku. Lebih baik angkat tangan ke atas meja. Digunakan atau tidak saat berkomunikasi, yang penting tangan terlihat selama wawancara berlangsung.

5. Jangan pasang wajah monoton, tersenyumlah!

Melemparkan senyum kepada orang lain bukanlah pekerjaan sulit. Selain enak dipandang, senyum menunjukkan sifat hangat, percaya diri, terbuka dan tenang. Orang yang murah senyum juga dianggap lebih bersahabat, sehingga orang ini cepat beradaptasi di dalam lingkungan.

Berikan senyuman paling tulus dan tersenyum lah pada momen yang tepat. Hindari kebiasaan murah tersenyum untuk menghindari kesan kurang natural. Selain itu, hindari senyuman palsu yang mengakibatkan lawan bicara kurang antusias kepada kita.

6. Curi erhatian

Curilah perhatian sebanyak mungkin dari lawan bicara, namun dalam konteks yang positif. Misalnya berbicara dengan profesional, berpakaian rapi, duduk dengan sopan dan lain sebagainya. Tunjukkan sikap paling positif agar pewawancara  terkesan kepada kita sejak sesi wawancara dimulai.

Sama seperti tersenyum, curilah perhatian secara natural, tapi jangan terlalu berlebihan. Kalau bisa, buat pewawancara semakin penasaran agar mereka tertarik mewawancarai kita hingga berjam-jam. Apabila pewawancara tertarik, kesempatan kita dipekerjakan di perusahaan semakin terbuka lebar.

Terus berlatih demi hasil yang maksimal

Menghilangkan rasa takut, gugup dan tertekan bukan hal yang mudah. Apalagi bagi pelamar yang terlahir dengan sifat introvert. Tetapi dengan banyak berlatih, yakinlah kalau Anda dapat tampil dengan maksimal. Luangkan waktu untuk berlatih di depan cermin agar persiapan semakin mantap menjelang hari perlaksanaan wawancara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA