Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek

Sabtu 22 Des 2018 13:48 WIB

Red: Bayu Hermawan

Antrean kendaraan saat melintas di ruas Tol Jakarta Cikampek.

Antrean kendaraan saat melintas di ruas Tol Jakarta Cikampek.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Pemberlakuan sistem satu arah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jasa Marga selaku pengelola jalan tol memberlakukan sistem contraflow (lawan arus) di Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai kepadatan di jalur tersebut. Pada Jumat (21/2) malam, tercatat sebanyak 93.600 kendaraan keluar dari Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang.

AVP Corporate Communications Jasa Marga, Dwimawan Haru mengatakan contraflow berlaku dari kilometer 50+000 hingga 61+500 arah Cikampek. Contraflow diberlakukan untuk mengurai kepadatan menjelang akses keluar-masuk rest area kilometer 50 dan kilometer 57.

"Pemberlakuan contraflow merupakan diskresi Kepolisian. Untuk mendukung kelancaran contraflow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu," ujarnya.

Sementara itu, tercatat 93.600 kendaraan keluar dari Jakarta ke arah Cikampek melalui Gerbang Tol Cikarang, berdasarkan data Jasa Marga per Jumat (21/12) malam. Angka tersebut berarti kenaikan 58 persen dibanding lalu lintas normal harian.

"Ini menandakan masyarakat sangat antusias melakukan perjalanan," kata Dwimawan.

Baca juga: Pemudik Nataru Diimbau Waspadai Beberapa Jalur di Pulau Jawa

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumandi menjelaskan, persiapan infrastruktur dan persiapan mudik Natal dan libur Tahun Baru sebagian dari yang sudah dibangun dapat dipergunakan. Salah satunya adalah jalur Trans Sumatera dari Jakarta sudah dapat dipergunakan hingga ke Tembangan dan sudah dapat dipakai untuk menyebrang. Selain itu, lanjutnya, Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) premium di Merak sudah sangat indah.

Sementara itu untuk angkutan laut yang mengalami jumlah peningkatan ada di wilayah Indonesia bagian Timur. Wilayah-wilayahnya antara Papua ke Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Maluku, dan Manado ke Balikpapan. Dalam waktu dekat ini, Budi menyatakan, akan mengirim Dirjen Kemenhub untuk meninjau wilayah-wilayah tersebut.

"Mungkin kenaikannya ada 10 persen dari waktu normal," ujarnya.

Dalam acara pelepasan mudik tersebut, Budi menyebut terdapat 50 bus yang tersedia dengan 2500 penumpang yang akan mudik ke sejumlah wilayah antara lain, Jogja, Boyolali, Semarang, Malang, dan Solo. Kepada para penumpang yang akan berhenti di kota-kota di wilayah Jawa Tengah, ia merekomendasikan kuliner-kuliner lokal yang dapat dicicipi.

Dia juga menyebut, di sepanjang jalan tol banyak terdapat kuliner lokal dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang telah banyak membantu menggerakkan perekonomian serta kearifan budaya lokal yang ada.

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, menyebut, telah melakukan tes urin kepada sejumlah sopir mudik di 50 bus yang ada. Dirinya juga memastikan bahwa kendaraan yang digunakan pada mudik tersebut telah melakukan ramp check sehingga dipastikan dapat layak jalan.

"Kalau di Medan kita temukan ada delapan sopir yang menggunakan narkoba, kita tindaklanjuti," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA