Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Trump akan Tarik 5.000 Personel Militer AS di Afghanistan

Jumat 21 Dec 2018 15:36 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Pasukan AS di Afghanistan

Pasukan AS di Afghanistan

Foto: Reuters
Senator AS peringatkan bahaya penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menarik 5.000 personel pasukan AS dari Afghanistan. Sebelumnya Trump telah memutuskan menarik seluruh pasukan AS yang berada di Suriah.

Seorang pejabat AS yang enggan dipublikasikan identitasnya mengatakan keputusan menarik 5.000 personel pasukan dari Afghanistan telah dibuat oleh Trump. Perintah lisan pun telah diberikan untuk mulai merencanakan penarikan tersebut.

Pentagon menolak berkomentar tentang rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Garett Marquis mengungkapkan Gedung Putih juga tidak akan mengeluarkan pernyataan tentang perkembangan strategis masa depan.

Senator dari Partai Republik Lindsay Graham memperingatkan tentang bahaya penarikan pasukan AS dari Afghanistan. "Kondisi di Afghanistan (saat ini) membuat penarikan pasukan AS sebagai strategi berisiko tinggi," ujarnya.

Pada Rabu (19/12) lalu, Trump telah mengeluhkan tentang keterlibatan militer AS di Afghanistan. "Apa yang kita lakukan di sana (Afghanistan)? Kita sudah berada di sana selama ini," kata Trump.

Baca juga, Pertarungan di Afghanistan, Siapa Lawan Siapa?

Saat ini terdapat 14 ribu pasukan AS di Afghanistan. Bila 5.000 pasukan ditarik, 9.000 pasukan lainnya harus tetap melaksanakan misinya, salah satunya membantu militer Afghanistan melawan milisi Taliban.

Namun dengan keterbatasan personel, militer AS di Afghanistan dapat dipastikan akan membatasi misinya. Hal itu dinilai akan dimanfaatkan Taliban untuk memperluas serangannya di seluruh negara tersebut.

AS mulai melakukan intervensi militer di Afghanistan pada 2001, tepatnya setelah terjadi serangan terhadap gedung World Trade Center (WTC). AS hendak menumpas Taliban dan pemimpinnya Osama bin Laden.

Selama sekitar 17 tahun melakukan intervensi militer di Afghanistan, lebih dari 2.400 pasukan AS tewas. Jumlah tersebut dipastikan meningkat selama pasukan AS berada di sana. Sebab saat melancarkan serangan, termasuk bom bunuh diri, Taliban selalu membidik militer atau gedung pemerintahan.

Tak hanya pihak AS, jumlah korban tewas dari aparat keamanan Afghanistan juga terus bertambah. Akhir bulan lalu, saat Taliban melancarkan serangan ke Provinsi Farah, sebanyak 22 polisi Afghanistan dilaporkan tewas.

Selain di Afghanistan, Trump telah memutuskan menarik seluruh pasukan AS dari Suriah. Hal itu dilakukan sebab Trump mengklaim pasukannya telah berhasil mengalahkan ISIS.

Namun keputusan Trump menarik pasukan AS dari Suriah ditentang oleh Menteri Pertahanan AS Jim Mattis. Merasa dirinya tak sejalan dengan Trump, Mattis akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (20/12).

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA