Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

DIY Belum Sosialisasikan Sistem Zonasi

Jumat 21 Dec 2018 07:39 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Esthi Maharani

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Tahun ini, PPDB dilakukan sesuai zonasi atau wilayah tinggal siswa.

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Tahun ini, PPDB dilakukan sesuai zonasi atau wilayah tinggal siswa.

Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Disdikpora DIY masih menunggu keputusan resmi Kemendikbud terkait sistem zonasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah istimewa Yogyakarta (DIY), masih menunggu keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait sistem zonasi seperti apa yang akan diterapkan. Oleh sebab itu, DIY pun masih belum melakukan sosialisasi terkait sistem zonasi ini.

Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sosialisasi terkendala karena belum ada keputusan resmi dari Mendikbud terkait sistem zonasi. Pihaknya pun akan segera memulai sosialisasi jika telah ada keputusan resmi dikeluarkan.

"Pak Menteri belum memutuskan seperti apa zonasinya, kita akan ikuti saja dulu. Kita belum sosialisasi, karena kepastiannya belum ada, dari pada nanti masyarakat bingung gonta-ganti. Kita tunggu saja dulu," kata Aji kepada Republika di GOR Among Raga, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, harus ada peraturan yang dikeluarkan terkait sistem zonasi ini. Sehingga, sistem zonasi yang diberlakukan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Terlebih, kondisi sekolah baik dari segi kuantitas dan kualitas ditiap daerah tidak semuanya sama. Sehingga, penerapannya pun juga tidak bisa disamaratakan.

"Saya sudah sampaikan ke Kementerian, supaya ada pasal yang daerah itu bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata Aji.

Walaupun begitu, untuk jumlah sekolah yang ada di DIY sudah mencukupi untuk melaksanakan sistem zonasi. Bahkan, untuk fasilitas sekolah pun juga cukup memadai.

"Saya kira untuk DIY itu bukan menambah fasilitas, tetapi memperbaiki yang rusak saja. Karena jumlah sekolahnya sudah cukup," tambah Aji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA