Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Harbolnas 2018, Daya Jual Produk Lokal Meningkat

Rabu 19 Dec 2018 23:14 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Gita Amanda

Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 di Warehouse Lazada Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 di Warehouse Lazada Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Produk lokal berhasil menyumbangkan 46 persen nilai transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 telah berakhir pada 12 Desember 2018 lalu. Berdasarkan data yang diperoleh dari panitia Harbolnas 2018 dan lembaga riset, Nielsen Indonesia, menunjukan hasil dari pesta belanja online terbesar di Indonesia itu pun diperkirakan berhasil meraup transaksi sebesar Rp 6,8 triliun atau naik sebanyak Rp 2,1 triliun dari nilai transaksi tahun sebelumnya.

Dari total transaksi Harbolnas 2018 tersebut, produk lokal berhasil menyumbangkan 46 persen nilai transaksi, yakni Rp 3,1 triliun.

Ketua Harbolnas 2018, Indra Yonatahan mengatakan, keberhasilan Harbolnas tahun ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari peserta, penjual, dan juga Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah masuk ke ranah perdagangan digital. "Harbolnas tahun ini memang kami fokuskan untuk meningkatkan daya jual produk lokal di platform e-commerce," ujar Indra di Jakarta, Rabu (19/12) malam.

Ia pun menyebutkan pada Harbolnas 2018 pihaknya bekerja sama dengan beberapa kementerian terkait melakukan roadshow ke tujuh kota di seluruh Indonesia untuk mengajak dan mengajarkan produsen-produsen lokal berjualan secara daring atau online. Lebih jauh ia menjelaskan, hal seperti ini akan terus pihaknya lakukan di tahun berikutnya agar semakin banyak menjangkau produsen lokal.

"Contohnya waktu itu kita pergi ke Bali sama Shopee dan Bekraf, terus ke Yogyakarta sama Kominfo dan Blibli. Nah, mereka (produsen lokal) itu akan diajarkan oleh pemain-pemain e-commerce ini gimana sih caranya berjualan online, gimana sih caranya ambil foto yang bener, gimana caranya mempersiapkan stok (barang) bekerja sama dengan pihak logistik untuk mengirimkan barang-barang. Jadi, sistemnya ini bukan instan atau spontan, tapi bertahap," imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA