Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Kota Sukabumi Raih Penghargaan Tertinggi Kesetaraan Gender

Rabu 19 Dec 2018 15:37 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Esthi Maharani

Persamaan gender (ilustrasi).

Persamaan gender (ilustrasi).

Foto: remajaindonesia.org
Kota Sukabumi memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya kategori utama

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi mendapatkan penghargaan tertinggi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kota Sukabumi memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 kategori utama.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise kepada Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Istanan Wakil Presiden, Jakarta Rabu (19/12).

‘’Alhamdulillah, menjelang pergantian tahun ini, Kota Sukabumi mendapatkan penghargaan APE 2018,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Penghargaan tertinggi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini kata Fahmi diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki tingkat perhatian yang tinggi terhadap kesetaraan gender. Selain itu daerah dipandang telah mengaplikasikan dalam kegiatan pengelolaan pemerintahan.

Menurut Fahmi, penghargaan ini meningkat dibandingkan dengan dua tahun lalu. Pada 2016 lalu Kota Sukabumi mendapatkan APE dengan kategori Madya. Sementara pada 2018 ini Kota Sukabumi meraih penghargaan APE dengan kategori Utama.

Prestasi ini ungkap Fahmi tidak lepas dari dukungan masyarakat dan kerja keras aparat pemerintah Kota Sukabumi. Selama ini Pemkot Sukabumi terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan dan inovasi pro perempuan dan anak.

Misalnya Kota Sukabumi telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), ruang menyusui, taman terbuka hijau atau publik serta taman kota yang nyaman dan aman. Selain itu pemda juga memberikan upaya perlindungan terhadap perempuan dari tindakan kekerasan.

Caranya dengan mengoptimalkan peran dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Keberadaan lembaga ini terutama dalam melaksanakan pencegahan, upaya rehabilitasi, pendampingan serta pemberdayaan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.

Pemerintah juga lanjut Fahmi berupaya memberdayakan program-program pemberdayaan perempuan. Diantaranya dengan memberikan pelatihan kepada perempuan dengan berbagai keterampilan agar hidup mandiri.

Penghargaan dari pemerintah ini ungkap Fahmi akan semakin mendorong pemerintah dalam peningkatan layanan kepada masyarakat. Khususnya dalam melindungi dan memberdayakan perempuan dalam berbagai bidang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA