Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Kanada Kaji Pembekuan Ekspor Senjata ke Arab Saudi

Senin 17 Dec 2018 12:57 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

PM Kanada Justin Trudeau

PM Kanada Justin Trudeau

Foto: EPA
Denda besar menanti Kanada jika membatalkan perjanjian penjualan senjata militer.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Ahad (16/12) memberikan komentarnya terkait kesepakatan penjualan senjata Kanada dengan Arab Saudi. Ia mengatakan pemerintahannya sedang mencari jalan keluar untuk kesepakatan yang bernilai miliaran dolar AS tersebut.

Sebelumnya Trudeau mengatakan akan ada denda besar untuk pembatalan perjanjian kendaraan lapis baja yang dibuat oleh Kanada General Dynamics Corp itu. Kesepakatan tersebut bernilai 13 miliar dolar AS.

Bulan lalu, Trudeau mengatakan Kanada dapat membekukan izin ekspor jika senjata itu disalahgunakan. "Kami terlibat dengan izin ekspor untuk mencoba dan melihat apakah ada cara lain untuk tidak lagi melakukan ekspor kendaraan ini ke Arab Saudi," kata Trudeau kepada media CTV. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Oposisi mengatakan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan keterlibatan Arab Saudi dalam perang Yaman, menjadi alasan kuat untuk mengakhiri kesepakatan General Dynamics. Kesepakatan itu dinegosiasikan oleh pemerintah Konservatif sebelumnya.

Hubungan antara Ottawa dan Riyadh telah tegang sejak sengketa diplomatik atas hak asasi manusia awal tahun ini. Ottawa mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan sekutu tentang langkah apa yang harus diambil setelah Khashoggi terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

"Pembunuhan seorang wartawan benar-benar tidak dapat diterima dan itulah mengapa Kanada sejak awal telah menuntut jawaban dan solusi untuk itu," kata Trudeau.

Baca: Arab Saudi Tolak Keputusan Senat AS untuk Kasus Khashoggi

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA