Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Turki: Banyak Negara Eropa Abaikan Kasus Khashoggi

Senin 17 Dec 2018 12:12 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Presidential Press Service via AP
Balasan Saudi atas informasi bukti pembunuhan Khashoggi dikritik.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, banyak negara Eropa mengabaikan kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Hal itu dia ungkapkan saat berbicara di Doha Forum, Qatar, Ahad (16/12).

"Banyak negara Eropa yang mempromosikan kebebasan media, kebebasan berekspresi, menutup mata mereka (terhadap kasus Khashoggi)," ujar Cavusoglu, dikutip laman Aljazirah.

Ia mengatakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sangat bertekad untuk menyingkap dan menuntaskan kasus Khashoggi. Terkait hal ini, Cavusoglu menilai, negara-negara Eropa, termasuk Amerika Serikat (AS) telah memperoleh bukti-bukti terkait pembunuhan Khashoggi.

"Mereka juga mendengarkan rekaman suara (pembunuhan Khashoggi). Sekarang terserah mereka, saya yakin mereka memiliki lebih banyak informasi. Mereka memiliki semua kecerdasan, mereka memiliki semua rincian," kata Cavusoglu.

Pada kesempatan tersebut, Cavusoglu kembali melayangkan kritik terhadap Saudi. Menurutnya, Turki telah berbagi semua informasi tentang pembunuhan Khashoggi dengan Saudi. Tapi, Riyadh gagal membalasnya.

"Kami berbagi informasi dengan mereka, tapi sejauh ini kami belum disediakan informasi apa pun dari penyelidikan yang sedang berlangsung di Arab Saudi," ujar Cavusoglu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menghadiri Doha Forum. Ia menyerukan penyelidikan kredibel dalam kasus Khashoggi. "Sangat penting melakukan penyelidikan kredibel dan menghukum mereka yang bersalah," ucapnya.

Guterres mengaku, tidak memiliki pengetahuan mendalam terkait pembunuhan Khashoggi. Semua informasi tentang kasus tersebut hanya dia peroleh dari pemberitaan media massa.

Khashoggi dibunuh di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober. Erdogan menyebut pembunuhan terhadap jurnalis Saudi itu direncanakan.

Pada Jumat pekan lalu Erdogan mengatakan bahwa para pelaku pembunuhan Khashoggi adalah orang-orang tersohor. Berdasarkan rekaman audio yang diperoleh dari penyelidikan, orang-orang terdekat Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman turut terlibat.

Baca: Arab Saudi Tolak Keputusan Senat AS untuk Kasus Khashoggi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA