Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pemerintah Dorong Regenerasi Atlet

Jumat 14 Dec 2018 22:09 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Gita Amanda

Atlet Lompat Jauh Indonesia Rasyidi mendarat usai melakukan lompatan pada babak final para atletik nomor lompat jauh putra T44/T62/T64 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta,Jumat (12/10).

Atlet Lompat Jauh Indonesia Rasyidi mendarat usai melakukan lompatan pada babak final para atletik nomor lompat jauh putra T44/T62/T64 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta,Jumat (12/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Atlet junior akan diturunkan dalam SEA Games 2019 agar ada regenerasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah mendorong adanya regenerasi atlet pasca-Asian Games 2018. Saat ini para atlet sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

"Untuk SEA Games lebih kepada memberikan ruang dan pengalaman bagi atlet junior, kita tahu SEA Games ini kan juga menjadi momentum bagi atlet untuk membuktikan hasil pelatihannya," ujar Imam di Istana Wakil Presiden, Jumat (14/12).

Imam mengatakan, atlet yang sudah mendapatkan medali di Asian Games diharapkan tidak ikut bertanding di ajang SEA Games. Sebab, SEA Games menjadi momen bagi atlet junior untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan sehingga ke depan akan ada regenerasi yang mumpuni.

Oleh karena itu, Imam meminta kepada seluruh cabang olah raga (cabor) agar menyiapkan atlet junior untuk diterjunkan dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara pada 2019 mendatang. Imam mencontohkan, beberapa negara menurunkan para atlet junior dalam multievent. Sementara, atlet senior biasanya diturunkan untuk multievent yang besar seperti Olimpiade dan Asian Games.

"Penting sekali untuk menyiapkan second layernya, dan itu yang saya minta kepada cabor untuk menyiapkan itu. Berarti, dari sisi kompetisi usia dini, pertandingan usia dini, itu jadi hal wajib bagi semua cabor agar tercipta atlet-atlet pelapis, atlet junior," kata Imam.

Imam mengatakan, saat ini masing-masing cabor sudah menggelar pelatnas SEA Games 2019. Menurutnya, paska pelaksanaan Asian Games, para cabor langsung menyelenggarakan pelatnas jangka panjang.

Di sisi lain Imam memastikan, pascapelaksanaan Asian Games seluruh peralatan telah diberikan kepada masing-masing cabor. Adapun peralatan untuk cabor wushu dan senam masih dalam proses finalisasi, karena ada masalah administrasi yang harus diselesaikan antara INASGOC dan vendor.

"(Peralatan) sudah diserahakn ke cabor, dan kita harapkan ini dapat dimanfaatkan oleh cabor baik untuk pelatnasnya maupun juga untuk persiapan nanti PON 2020, sehingga lebih mengefisienkan anggaran yang dialokasikan oleh Pemprov Papua untuk alat-alat pertandingan," kata Imam.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, atlet junior akan diturunkan dalam SEA Games 2019 agar ada regenerasi. Di sisi lain, para atlet junior tersebut membutuhkan jam terbang dan pengalaman bertanding untuk mengukur kemampuannya.

Adapun prestasi Indonesia di Asian Games tidak bisa dibandingkan dengan pertandingan multievent lainnya. Karena Indonesia merupakan tuan rumah, sehingga memiliki keuntungan untuk memasukkan cabang olahraga unggulan salah satunya pencak silat. Namun Jusuf Kalla memastikan, prestasi atlet akan tetap dipertahankan.

"Tadi dibicarakan bahwa kita melapis senior dengan junior, nanti ada SEA Games munculkan (atlet junior) diback up senior, tapi kalau event besar seniornya. Bagaimanapun ada suatu level yang telah kita capai dan akan dipertahankan," ujar Jusuf Kalla.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA