Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Jalan Tol Lampung Bisa Digunakan Libur Akhir Tahun

Kamis 13 Dec 2018 20:54 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Foto aerial Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Lampung, Ahad (10/6).

Foto aerial Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Lampung, Ahad (10/6).

Foto: Republika/Prayogi
Pengendara dapat melintas di ruas Tol Trans Sumatra mulai 22 Desember

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni–Terbanggi Besar akan dibuka lagi pada liburan akhir tahun. Pengguna kendaraan dapat melintas di ruas jalur sepanjang 140,04 kilometer tersebut menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

Pada arus mudik Lebaran lalu ruas JTTS mulai dari Pelabuhan Bakauheni hingga Bandar Lampung sudah dibuka untuk umum dengan tarif masih gratis. Jalur tersebut mulai banyak peminatnya, meski beberapa titik masih tampak putus dan juga minim rambu-rambu lalu lintas, dan lampu jalan.

Kabag Humas dan Komunikasi Publik Pemprov Lampung Heriyansyah membenarkan bahwa ruas JTTS Bakauheni–Terbanggi Besar akan dibuka untuk umum menjelang liburan akhir tahun. “Berdasarkan keterangan PT Hutama Karya, JTTS Bakauheni–Terbanggi Besar bisa dilintasi,” katanya, Kamis (13/12).

PT Hutama Karya sedang bersiap untuk membuka ruas JTTS Bakauheni–Terbanggi Besar sepanjang 140,04 km. Pengguna kendaraan dapat melintas di jalur tersebut mulai 22 Desember 2018.

Menurut Rudi, warga Tanjungkarang Barat, ruas JTTS Bakauheni – Terbanggi Besar sudah seharusnya dibuka untuk umum, mengingat jalur lintas Sumatra pada saat musim penghujan sekarang sering terjadi banjir dan kemacetan panjang. “Memang harus dibuka, karena jalan lintas sering banjir dan macet panjang sehingga menghambat perjalanan,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dan pusat tidak hanya membuka ruas JTTS tersebut tanpa menfasilitasi tempat-tempat peristirahatan, rambu-rambu lalu lintas, dan juga lampu penerangan jalan. Hal tersebut, ungkap dia, sangat penting karena ruas jalur tersebut sangat berbahaya bila tidak ada pengamanan sepanjang jalan lebih dari 140 kilometer.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA