Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

PSIM Sayangkan Suporternya Bikin Ricuh

Rabu 12 Dec 2018 20:08 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi

Ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan saat laga Piala Indonesia di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/12/2018). Laga PS Tira kontra PSIM Yogyakarta dihentikan karena ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan dan merusak perangkat pertandingan seperti jaring gawang dan papan iklan.

Ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan saat laga Piala Indonesia di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/12/2018). Laga PS Tira kontra PSIM Yogyakarta dihentikan karena ratusan suporter PSIM Yogyakarta masuk ke lapangan dan merusak perangkat pertandingan seperti jaring gawang dan papan iklan.

Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
PSIM meminta maaf atas aksi suporternya tersebut kepada PS Tira.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Suporter PSIM Yogyakarta membuat kericuhan saat pertandingan babak 64 Piala Indonesia antara PSIM Yogyakarta melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, DIY, Selasa (11/12) kemarin. Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru menyayangkan sikap suporter klub PSIM tersebut. 

"Kalau dari PSIM menyayangkan atas sikap dari suporter kami yang turun ke lapangan," kata Agung kepada Republika, Rabu (12/12). 

Ia mengatakan, hal tersebut menjadi pembelajaran bagi klubnya ke depan. Bagaimana untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman saat pertandingan berlangsung baik bagi suporter maupun pemain. 

"Padahal selama kompetisi liga 2 tidak pernah seperti itu. Nah, artinya ada kelalaian dari panitia pertandingan PSIM lawan PS Tira," kata Agung. 

Terkait kerusuhan ini, ia mengaku akan lebih sering melakukan sosialisasi kepada suporter. Tujuannya untuk menciptakan situasi yang kondusif saat pertandingan berlangsung. 

Untuk itu, pihaknya pun meminta maaf atas aksi suporternya tersebut kepada PS Tira. "Ada juga kerusuhan di tahun 2016. Pada 2017 kita sering, setiap ada pertandingan kita tetap koordinasi dengan suporter. Dengan kejadian kemarin, kita mencoba lebih intens kepada suporter supaya tidak merugikan timnya," katanya menambahkan.  

Ke depan, ia berharap suporter PSIM dapat menjaga kondusifitas saat pertandingan berlangsung. Sebab, kericuhan yang dilakukan oleh suporter PSIM dapat merugikan timnya sendiri. 

"Harapannya suporter juga bisa menjaga sikapnya selama dalam stadion dan memberikan dukungan yang positif. Sehingga tidak merugikan tim," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA