Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

PBB: 250 Ribu Pengungsi Suriah Pulang Kampung Tahun Depan

Selasa 11 Des 2018 20:13 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah

 Pengungsi Suriah bersiap meninggalkan negaranya untuk mencapai Arsal, kota perbatasan Lebanon Kamis (28/6).

Pengungsi Suriah bersiap meninggalkan negaranya untuk mencapai Arsal, kota perbatasan Lebanon Kamis (28/6).

Foto: AP Photo/Bilal Hussein
Sepanjang 2018, sebanyak 37 ribu pengungsi Suriah telah dipulangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan lebih dari 250 ribu pengungsi Suriah dapat kembali ke negaranya tahun depan. 

Namun angka tersebut masih bisa bertambah atau berkurang tergantung pada kebutuhan para pengungsi, terutama tempat tinggal. 

"Angka itu bisa naik dan turun sesuai dengan kecepatan kami bekerja dan menghilangkan rintangan ini untuk pemulangan," ujar Direktur UNHCR untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Amin Awad pada Selasa (11/12). 

Menurut UNHCR, sepanjang 2018, sebanyak 37 ribu pengungsi Suriah telah dipulangkan. Sementara 5,6 juta pengungsi lainnya masih tetap tinggal di negara-negara tetangga, seperti Turki, Lebanon, Yordania, Mesir, dan Irak. 

Konflik Suriah telah berlangsung selama tujuh tahun. Selama periode tersebut, lebih dari setengah juta orang tewas. Sementara lebih dari 10 juta warganya mengungsi ke berbagai negara, termasuk Eropa. 

Saat ini PBB, bersama pihak-pihak yang berkepentingan dalam konflik Suriah, seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, Turki, dan Iran, masih berusaha menyelesaikan konflik tersebut melalui jalur damai. Awal tahun ini, Kongres Dialog Nasional Suriah telah digelar di Laut Hitam, Rusia. 

Kongres menghasilkan kesepakatan untuk membentuk Komite Konstitusi Suriah yang akan bekerja dengan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura. 

Sebelumnya PBB telah menyatakan Komite Konstitusi Suriah harus terdiri tidak lebih dari 50 anggota. Komite tersebut rencananya akan diisi oleh perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah, serta kelompok politisi independen.

Mereka nantinya akan merumuskan konstitusi baru Suriah. Setelah komite menerbitkan rekomendasi untuk mengubah konstitusi, pemilu yang disponsori PBB akan digelar di Suriah.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA