Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

KAI Yogya Tambah Kereta untuk Libur Akhir Tahun

Senin 10 Dec 2018 17:19 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nur Aini

Stasiun Kereta Api Yogyakarta

Stasiun Kereta Api Yogyakarta

Foto: Republika/Wahyu Suryana
KAI Daop 6 Yogyakarta menyiapkan 8 kereta tambahan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyiapkan kereta tambahan tujuan Yogyakarta untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru.

"Selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) ada delapan KA yang berangkat dari Daop 6 (belum termasuk Mataram Premium)," kata Manager Humas Daerah Operasional (Daop) 6 KAI, Eko Budiyanto, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (10/12).

 

Kereta tambahan tersebut yakni Argo Lawu tambahan tujuan Solo-Gambir, Argo Dwipangga tambahan tujuan Solo-Gambir, dua Taksaka tujuan Yogyakarta-Gambir, dua Lodaya tujuan Bandung, dua Sancaka tujuan Surabaya, ditambah satu KA Mataram Premium.

 

Menurut Eko, strategi penambahan delapan KA dan satu KA premium itu sama dengan yang diterapkan tahun lalu. Hal ini menunjukkan masih tingginya minat penumpang dari kota-kota besar Indonesia ke Yogyakarta.

 

"Utamanya, Jogja (Yogyakarta) dan Solo, itu sangat laris," ujar Eko.

 

Ia menilai, moda transportasi kereta api untuk tujuan Yogyakarta memang miliki prospek yang sangat tinggi. Peminat kereta api tergolong tinggi, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Hal itu terbukti dengan KAI sering mendapat permintaan calon-calon penumpang yang mengaku kehabisan tiket.

 

Meski begitu, ia memastikan, harga yang diterapkan KAI tidak akan mengalami perubahan. Itu berarti, KAI akan tetap menerapkan harga KA komersial memakai tarif batas atas, tarif batas bawah, dan tarif middle.

 

"Jadi tidak ada perubahan, misalkan high season, kita gunakan tarif batas atas dan hari-hari biasa pakai tarif middle," kata Eko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA