Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Perlukah Antioksidan Tambahan dari Suplemen?

Sabtu 08 Des 2018 06:58 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Secangkir teh hijau kaya antioksidan yang bermanfaat baik bagi tubuh.

Secangkir teh hijau kaya antioksidan yang bermanfaat baik bagi tubuh.

Foto: wikimedia
Tubuh memiliki kemampuan untuk menghasilkan antioksidannya sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Radikal bebas diketahui sebagai sebagai salah satu pemicu penuaan dan banyak penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, berkurangnya penglihatan, hingga Alzheimer. Kesadaran masyarakat mengenai radikal bebas ini, membuat konsumsi suplemen antioksidan menjadi menigkat.

Dokter Lisa Silvani, M.Biomed (AAM) menjelaskan antioksidan adalah salah satu solusi mengatasi tingginya tingkat radikal bebas yang dapat muncul pada tubuh seseorang. Belakangan ini, penelitian tentang antioksidan bermunculan, berbagai macam makanan kaya antioksidan pun ditemukan. Tak lepas dari itu, banyak suplemen yang mengandung antioksidan mulai ditawarkan di pasaran.

Namun, benarkah suplemen antioksidan diperlukan?

Tubuh memproduksi antioksidan sendiri
Sebenarnya, tubuh memiliki kemampuan untuk menghasilkan antioksidannya sendiri dan mengatasi radikal bebas. Salah satu antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh di antaranya adalah gluthathione. Gluthatione ini dapat membantu mengubah berbagai macam radikal bebas menjadi bentuk yang tidak berbahaya bagi tubuh, sebelum akhirnya radikal bebas itu dikeluarkan oleh tubuh melalui sistem detoksifikasi.

Lalu untuk apa suplemen antioksidan?
Kalau tubuh bisa memproduksi antioksidan sendiri dengan gluthatione, mengapa masih banyak yang menawarkan suplemen gluthathione di luar sana?

Tingginya radikal bebas yang dapat diserap oleh tubuh seseorang dari lingkungan, makanan, dan sinar matahari saat ini semakin meningkat. Sayangnya, gaya hidup masa kini yang cenderung kurang aktif (gaya hidup sedentari) dan konsumsi asupan makanan yang tidak seimbang, membuat kemampuan tubuh dalam menghasilkan antioksidan semakin terganggu dan menurun. Gluthathione juga diketahui menurun pada penderita kanker, HIV, diabetes tipe 2, Parkinson, dan hepatitis.

Karena itu, pada beberapa orang yang memang memiliki masalah dengan sistem detoksifikasi dan peyakit kronis, penggunaan suplemen antioksidan sangat dianjurkan. Suplementasi antioksidan dapat membantu tubuh mengurangi beban radikal bebas dan mempercepat penyembuhan penyakit.

Sumber antioksidan selain suplemen
Di samping suplemen, beberapa makanan yang kaya akan antioksidan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh secara alami dan tidak berlebihan.

Beberapa makanan sumber antioksidan tinggi antara lain adalah alpukat, bawang putih, asparagus, brokoli dan buah berry, seperti blackberry, stroberi, blueberry.

Perlu diingat pula, bahwa sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen antioksidan terutama dalam dosis tinggi, sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu ke dokter yang tepat dan dapat memberikan arahan yang sesuai. Tingginya asupan antioksidan yang melebihi batas kebutuhan tubuh justru dapat merusak tubuh karena antioksidan memiliki kemampuan untuk berubah menjadi radikal bebas.





BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA