Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Asal Cula Badak Ilegal Sumatra Belum Jelas

Sabtu 01 Dec 2018 12:55 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

Karikatur Badak Sumatra

Karikatur Badak Sumatra

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Barang bukti masih dalam pemeriksaan tim ahli.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG  --  Sebuah cula badak Sumatra diameter 28 cm dan berat 200 gram yang akan dijual tersangka masih belum jelas asalnya. Barang buktinya masih dalam pemeriksaan tim ahli.

"Yang jelas dibawa dari Bengkulu, tapi Bengkulu juga bagian dari kita (kawasan TNBBS). Apakah itu dari TNBBS atau tidak nanti kita lihat,” kata Kepala Balai Besar TNBBS Lampung Agus Wahyudiyono kepada Republika.co.id, Sabtu (1/12).

Menurut dia, cula badak Sumatra yang ada di hutan TNBBS bercula dua. Sedangkan cula badak yang ditemukan tersebut bercula satu. Namun, ia mengatakan cula badak Sumatra yang ada di hutan TNBBS terkadang cula badaknya satu, karena satu cula lagi kecil.

"Biasanya cula yang satunya sangat kecil. Lagi pula kalau orang mau ambil culab yang kecil dibuang," katanya.

Kemungkinan perburuan badak Sumatra di hutan TNBBS, Agus belum bisa memprediksi, karena belum ada tanda-tanda bekas perburun badak selama ini. Namun bisa saja ca badak tersebut perbiriannya sudah lama. Menurut Agus, keterangan saksi dan tersangka yang digerebek di sebuah hotel di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada 26 November 2018, cula badaknya dari kakek secara turun temurun.

"Tapi kami tidak bisa begitu saja percaya perlu pembuktian," ujarnya.

Polda Lampung telah menetapkan dua tersangka dari enam orang yang digerebek hendak bertransaksi penjualan cula badak Sumatra senilai miliaran rupiah. Dua tersangka yakni Din Martin Salim, warga Kaur, Bengkuku, sebagai pembawa cula badak, dan Abdul Khodir, warga Gisting, Tanggamus, sebagai calo. Seorang lagi anggota Bhabinkamtibmas Kaur Bengkulu dibawa ke Makorem 043 Garuda Hitam. Sedangkan tiga orang saksi lain disuruh pulang. Aktivis Yayasan Badak Indonesia (Yabi) Muniful mengatakan, umumnya badak bercula dua berada di hutan Sumatra. Sedangkan cula badak yang ditemukan sebagai barang bukti bercula satu. Namun, cula badal Sumatra terkadang cula yang satunya terlihat kecil sehingga terkesan cula badaknya satu. “Yang dicari dan dibeli orang itu cula badak satu artinya yang besar saja,” katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA