Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Puing Baru Diduga Milik MH370 Diserahkan ke Malaysia

Jumat 30 Nov 2018 18:38 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

Kapal Ocean Infinity yang melakukan pencarian pesawat MH370 di Samudera Hindia sejak 8 Maret 2014

Kapal Ocean Infinity yang melakukan pencarian pesawat MH370 di Samudera Hindia sejak 8 Maret 2014

Foto: The Star
Lima puing MH370 ditemukan di lepas pantai Madagaskar.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA -- Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 telah menyerahkan puing-puing yang diduga milik pesawat itu kepada Pemerintah Malaysia. Puing-puing yang baru ditemukan itu diharapkan bisa membantu menjelaskan hilangnya pesawat itu secara misterius empat tahun lalu

VR Nathan, yang istrinya Anne Daisy berada di dalam pesawat naas itu, mengatakan puing-puing tersebut terdiri dari lima bagian kecil pesawat yang ditemukan di laut Madagaskar. Puing kemudian diserahkan kepada Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, pada Jumat (30/11) di kantornya di ibu kota administratif Putrajaya, dekat Kuala Lumpur.

"Lima puing baru telah ditemukan di lepas pantai Madagaskar, termasuk satu bagian yang memiliki tulisan label yang masih bisa dibaca," kata Nathan, dikutip Strait Times. Menurutnya, puing-puing itu ditemukan oleh nelayan.

"Kami ingin pemerintah melanjutkan pencarian puing-puing pesawat dan mengumpulkannya seperti memainkan teka-teki jigsaw, sehingga kami bisa mendapatkan petunjuk tentang apa yang terjadi pada pesawat itu," ungkapnya.

Putrinya, Grace, mengatakan kepada wartawan bahwa puing-puing itu ditemukan antara Desember 2016 hingga Agustus 2018. Ia menambahkan, penemuan ini memberikan secercah harapan baru untuk semua keluarga penumpang.

Sejauh ini baru tiga fragmen MH370 yang telah dikonfirmasi. Seluruh fragmen-fragmen itu ditemukan di pantai Samudra Hindia barat, termasuk bagian sayap sepanjang 2 meter ​​yang dikenal sebagai flaperon.

Jet Boeing 777 dengan 239 penumpang di dalamnya itu hilang pada 8 Maret 2014, dalam penerbangan rutin dari Kuala Lumpur. Peristiwa tersebut telah menjadi misteri penerbangan terbesar dunia.

Sebuah laporan resmi yang dirilis pada Juli lalu setelah penyelidikan panjang tanpa hasil yang dilakukan selama bertahun-tahun, tidak memberikan petunjuk baru mengenai penyebab mengapa pesawat itu menghilang. Laporan itu sontak memicu kemarahan keluarga penumpang yang hilang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA