Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Jaga Debit Air PLTA Maninjau, PLN Tanam 1.000 Pohon

Rabu 28 Nov 2018 20:40 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil

PLN Sumbar menanam 1.000 bibit pohon produktif dan pelindung di kawasan Danau Maninjau, Agam, Sumatra Barat.

PLN Sumbar menanam 1.000 bibit pohon produktif dan pelindung di kawasan Danau Maninjau, Agam, Sumatra Barat.

Foto: Republika/Sapto Andiko Condro
Nelayan bisa beralih profesi menjadi petani.

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- PT PLN (persero) Kantor Wilayah Sumatra Barat menyerahkan 1.000 bibit pohon kepada masyarakat di sekitar Danau Maninjau di Agam, Sumatra Barat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ekosistem di sekitar danau tetap terjaga karena debit air danau ikut mempengaruhi operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maninjau. Dengan penanaman kembali ribuan pohon, diharapkan debit air danau tetap terjaga meski kemarau melanda sekalipun.

"Apa yang kami lakukan sekarang memiliki tujuan jangka panjang. Danau Maninjau yang airnya terjaga, kualitas airnya bagus, tentu membuat PLTA kita beroperasi optimal," kata GM PLN Sumbar Susiana Mutia, Rabu (28/11).

Melalui program penanaman 1.000 bibit pohon ini, PLN menggandeng Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) untuk memberikan penyuluhan kepada warga di sekitar Danau Maninjau. PPNSI nantinya mengoordinir mitra-mitra lainnya yang dilibatkan PLN antara lain SMAN 1 Tanjung Raya, Kelompok Tani LIMA Nagari Sei Batang, Kelompok Tani Harapa Baru Nagari Paninjauan, Kelompok Tani Rang Paladang Nagari Koto Kaciak, dan Kelompok Tani Batang Kurambik Nagari Koto Gadang.

Selain itu, ada juga Kelompok Tani Rambai Saiyo Nagari Koto Malintang, Kelompok Tani Amanah Nagari Tanjung Sani, dan Kelompok Tani Tunas Nagari Bayur yang dilibatkan oleh PLN untuk ikut menanam bibit pohon. "Di Sumbar, total CSR yang kami serahkan Rp 145 juta melalui PLN Unit Induk Sumatera Barat," kata Susi.

Selain itu, pemberian ribuan bibit pohon juga diharapkan mampu menjadi alternatif pekerjaan bagi ribuan belayan yang sebelumnya menggantungkan hidupnya dari Keramba Jaring Apung (KJA). Nelayan bisa beralih profesi menjadi petani atau pekebun dengan membudidayakan tanaman yang disalurkan oleh PLN. Selain PLN, Pemkab Agam juga sudah memberikan 30 ribu bibit cengkeh dan kayu manis.

Aktivitas perikanan yang eksploitatif selama puluhan tahun membuat endapan kotoran ikan dan sisa pakan menumpuk tebal dan memproduksi amonia. Akibatnya, sebanyak 1.600 ton ikan mati sepanjang 2017 akibat kondisi ekosistem Danau Maninjau yang tak lagi seimbang. Kegiatan perikanan yang terlalu eksploitatif justru mendatangkan kerugian besar bagi masyarakat sekitar Danau Maninjau. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA