Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Lagi, Dua Korban Tertimbun Tanah Longsor Ditemukan

Rabu 28 Nov 2018 12:45 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, meninjau langsung lokasi tanah longsor di Kampung Krajan, Desa Salam Jaya, Kecamatan Pondoksalam, Rabu (28/11). Akibat kejadian itu, empat warga meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan rumahnya.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, meninjau langsung lokasi tanah longsor di Kampung Krajan, Desa Salam Jaya, Kecamatan Pondoksalam, Rabu (28/11). Akibat kejadian itu, empat warga meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan rumahnya.

Foto: Foto: Ita Nina Winarsih/Republika
Pemkab Purwakarta akan merelokasi korban tanah longsor ke lokasi yang lebih aman.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Lagi, dua korban terimbun tanah longsor di Kampung Karajan, Desa Salam Jaya, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta, pada Selasa malam (27/11), akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal. Dengan demikian, korban meninggal akibat tanah longsor tersebut mencapai empat orang. 

Adapun korban meninggal dunia masing-masing, pasangan suami-isteri Bakri (90 tahun) dan Sacem (87). Kemudian, ayah dan anak, Iwan Setiawan (30) serta Intan (7). Sedangkan lima korban yang selamat, yaitu Yanti (25 tahun) merupakan isteri Iwan. Yeyet, Ima, Dede dan Ridwan. Saat ini, korban yang selamat masih mendapatkan penangangan intensif di RSUD Bayu Asih. 

Sementara itu, Pemkab Purwakarta akan merelokasi korban tanah longsor di Kampung Krajan RT 08/04, Desa Salam Jaya, Kecamatan Pondoksalam. Ada tiga rumah yang rata dengan tanah. Dari tiga rumah itu, dihuni oleh satu keluarga dengan jumlah sembilan jiwa. Bahkan, dari sembilan korban longsor itu, empat di antaranya meninggal dunia.

photo
Warga mendatangi rumah yang tertimbung longsor (Foto: Ita Nina Winarsih/Republika)

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan, tiga rumah yang kini kondisinya rata dengan tanah, akan direlokasi. Mereka, akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman lagi. Karenanya, pemerintah sedang mencari lahan dengan luas yang sama dari rumah sebelumnya. Untuk kemudian, rumah itu akan dibangun kembali.

"Sebab, jika dipaksakan korban yang selamat kembali ke rumah jelas tak memungkinkan. Karena lokasinya cukup berbahaya," ujar Anne, kepada Republika.co.id, Rabu (28/11).

Dengan begitu, tiga rumah ini harus dipindahkan dari lokasi semula. Selain tiga rumah yang telah rata dengan tanah ini, ada enam rumah lainnya yang terindikasi berbahaya. Sebab, senam rumah ini masih satu jajaran dengan tiga rumah yang ambruk.

Bahkan, disamping rumah ini ada tebing setinggi lima meter serta ada aliran air selebar 50 centimeter. Sehingga, tanah longsor ini bisa jadi disebabkan oleh ambrolnya tebing tersebut. Serta tanah dibawahnya, bergeser akibat gerusan air dari aliran itu.

"Jadi, pascaevakuasi korban dan normalisasi lokasi longsor ini, pekerjaan kita selanjutnya yaitu merelokasi korban terdampak longsor," ujar Anne.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibie Wibisono, mengatakan, sejak adanya laporan tanah longsor pada Selasa malam pukul 20.30 WIB, timnya diterjunkan ke lapangan. Ada 327 personel gabungan yang turut dalam melakukan pencarian korban.

"Alhamdulillah, seluruh korban telah ditemukan. Dari sembilan korban, empat di antaranya meninggal dunia, serta lima lainnya selamat," ujar Wibie.

Saat ini, pencarian terhadap korban telah dihentikan. Adapun tim gabungan masih melakukan normalisasi serta mencari barang berharga milik korban yang masih tertimbun reruntuhan. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA