Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

LPDB Berupaya Alihkan Dana Bergulir di Jateng

Sabtu 24 Nov 2018 11:46 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Direktur LPDB, Braman Setyo

Direktur LPDB, Braman Setyo

Foto: LPDB
Jawa Tengah memiliki potensi pengalihan dana bergulir hingga Rp 2,5 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggelar rekonsiliasi pengalihan data dana bergulir dengan 40 pengurus koperasi dan perbankan di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Direktur Keuangan LPDB KUMKM Ahmad Nizar di Banyumas, Kamis (22/11), mengatakan, pihaknya menggelar rekonsiliasi pengalihan data dana bergulir untuk mencocokkan data-data koperasi dengan perbankan.

"Di Jawa Tengah ada potensi pengalihan dana bergulir ke rekening LPDB sebesar Rp 2,5 miliar terutama untuk program-program selama 2000-2007," kata Nizar dalam siaran pers, Sabtu (24/11).

Untuk mengalihkan dana-dana yang kemungkinan masih ada di rekening koperasi atau di perbankan dan belum dialihkan ke LPDB-KUMKM, Nizar berupaya untuk terus melakukan rekonsiliasi. Melalui rekonsiliasi dari para pelaku koperasi yang diundang dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah tersebut, pihaknya berharap ada titik temu sehingga dapat segera dilakukan eksekusi pengalihan dana bergulir ke rekening LPDB-KUMKM.

Dengan begitu, dana yang ada dapat dijadikan modal untuk digulirkan kembali kepada para pelaku UMKM. Nizar mengatakan, sejak 2000-2007, dana bergulir dikucurkan kepada para pelaku koperasi di berbagai provinsi melalui program di semua kedeputian Kementerian Koperasi dan UKM.

Sejak beberapa tahun lalu, tercatat ada potensi Rp 1,2 triliun dana yang belum sepenuhnya teralihkan ke rekening LPDB-KUMKM. Tercatat sampai 16 November 2018, dana pengalihan yang sudah berhasil ditarik kembali mencapai Rp 918,57 miliar, bersumber dari program dana bergulir di tujuh pos. 

Dana itu, meliputi pos kegiatan di Deputi Bidang Pembiayaan termasuk pengalihan dana penjaminan, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Deputi Bidang Restrukturisasi, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Program Kerja Dinas Provinsi NTB, Dana Perguliran, dan dana dalam proses identifikasi.

Pada 2018, pengalihan dana bergulir ditargetkan sebesar Rp 20 miliar dan sampai 14 November 2018 sudah terkumpul Rp 20,5 miliar atau telah melebihi target. Ke depan, Nizar menekankan, akan terus melakukan sinergi dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendorong pengalihan dana bergulir lebih besar lagi.

"Kita akan terus dorong termasuk mengupayakan agar koperasi-koperasi yang sudah menyelesaikan kewajibannya itu untuk kembali menjadi mitra kami dan mengakses pembiayaan dari LPDB-KUMKM," kata Nizar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA