Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Soal Khashoggi, Turki: Trump Akan Tutup Mata

Jumat 23 Nov 2018 23:05 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nashih Nashrullah

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat berbicara di Konferensi Keamanan di Muenchen, Jerman, Ahad (19/2).

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat berbicara di Konferensi Keamanan di Muenchen, Jerman, Ahad (19/2).

Foto: Matthias Balk/dpa via AP
Turki menduga kuat keterlibatan elite Saudi dalam pembunuhan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA— Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengkritik pendekatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menanggapi kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Trump diprediksi akan menutup mata terhadap hasil penyelidikan kasus ini. 

Sebelumnya, Trump bersumpah akan tetap menjadi 'rekan setia' Arab Saudi meski ia juga telah mengatakan ada kemungkinan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengetahui rencana pembunuhan Khashoggi. 

Cavusoglu mengkritik sikap Trump yang mementingkan kepentingan komersial dengan Arab Saudi dibandingkan menegakan keadilan. "Pernyataan yang dibuat Trump ini juga mengartikan 'tidak masalah apa yang terjadi, saya akan menutup mata', ini bukan pendekatan yang benar, uang bukan segala-galanya," kata Cavusoglu, di CNN Turki, Jumat (23/11). 

Cavusoglu juga mengatakan nyawa manusia seharusnya juga dipertimbangkan. Ia mengatakan Amerika Serikat tidak memberi informasi kepada Turki tentang rekaman audio pembunuhan Khashoggi, satu hari setelah surat kabar Turki memberitakan CIA memberi sinyal kepada Turki mereka memiliki rekaman Mohammed bin Salman memberi perintah untuk 'membungkam Khashoggi'. 

Beberapa pekan setelah pembunuhan yang terjadi pada 2 Oktober tersebut, Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan sudah mengatakan perintah pembunuhan ini berasal dari penguasa tertinggi Kerajaan Arab Saudi. 

Tapi ia yakin bukan Raja Salman, hal ini mengindikasi Erdogan mencurigai putra mahkota dan penguasa de facto Kerajaan Arab Saudi yaitu Mohammed bin Salman. 

Sebelumnya media-media Turki melaporkan Mohammed bin Salman ingin bertemu dengan Erdogan di sela pertemuan G20 pada 30 November mendatang. 

Cavusoglu mengatakan tidak ada alasan yang membuat pertemuan tersebut tidak dilakukan tapi keputusan akhirnya ada di Erdogan. 

Cavusoglu mengatakan Erdogan tidak secara langsung menuduh Mohammed bin Salman yang merencanakan pembunuhan ini. Pemerintah Arab Saudi pun sudah membantah Mohammed bin Salman mengetahui tentang 15 orang anggota tim pembunuh Khashoggi. Meski salah satu diantaranya perwira militer yang dekat dengan Mohammed bin Salman. 

"Kami tidak bisa menuduh satu orang tanpa bukti pasti, itu tidak benar, namun pernyataan 'mungkin, mungkin juga tidak' terlihat menarik bagi kami semua," katanya.  

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA