Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

FAO Apresiasi Program KRPL BKP Kementan

Jumat 23 Nov 2018 16:15 WIB

Red: EH Ismail

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi selaku Ketua (Delegasi Republik Indonesia (Delri) menjadi salah satu penelis dalam Symposium Internasional yang bertemakan

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi selaku Ketua (Delegasi Republik Indonesia (Delri) menjadi salah satu penelis dalam Symposium Internasional yang bertemakan " Agricultural Innovation for Family Farmers : Unlocking the Potential of Agricultural Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals, di Roma, Italia.

Program KRPL merupakan inovasi pemberdayaan family farmers di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digagas Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mendapat apresiasi  dari FAO. Program ini merupakan inovasi dalam pemberdayaan family farmers di Indonesia,  termasuk bagaimana suatu kebijakan diambil secara buttom up yang berbasis pada kebutuhan dan sumberdaya atau aset yang  dimiliki petani.

Apresiasi disampaikan FAO dalam Symposium Internasional yang bertemakan " Agricultural Innovation for Family Farmers : Unlocking the Potential of Agricultural Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals, di Roma, Italia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi selaku Ketua (Delegasi Republik Indonesia (Delri) menjadi salah satu penelis mengatakan, kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan melalui KRPL, kelompok wanita Tania menjadi pelopor utama.

"Membuat perencanaan sesuai kebutuhan, sehingga apa yang dikerjakan sesuai perencanaan yang mereka buat sendiri," kata Agung.

Agung menambahkan, melalui perencanaan dari bawah, tingkat keberhasilannya akan lebih tinggi.

"Peran pemerintah dalam kegiatan ini lebih banyak sebagai pendamping dan fasilitator," tambah Agung.

Agung mengatakan, kebijakan yang diambil diarahkan untuk  memotivasi masyarakat di daerah rentan rawan pangan yang memiliki keterbatasan infrastruktur untuk dapat menghasilkan pangan oleh mereka sendiri. Selain itu juga untuk  meningkatkan income generation untuk mengatasi kemiskinan, dan melindungi sumberdaya lokal genetik, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang potensinya di Indonesia mencapai 10.3 juta hektare. 

Sampai saat ini sejak tahun 2010 kegiatan pemanfaatan pekarangan yang dikemas dalam bentuk kegiatan KRPL telah dilaksanakan di 20 ribu desa (KWT) yang secara aktif melibatkan kelompok wanita sebagai pelaksana kegiatan KRPL.

Kegiatan ini telah memberikan manfaat terutama dalam mendekatkan akses masyarakat kepada pangan melalui penyediaan pangan bagi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

"Bahkan KRPL  juga sudah bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pangan antara Rp 750 ribu sampai dengan Rp 1 juta  per bulan," jelas Agung.

Best practice Indonesia dalam memberdayakan family farmers melalui kegiatan KRPL mendapat respon positif dari FAO dan negara lain yang hadir dalam symposium ini. Pada kesempatan lain di acara Innovation Fair yang merupakan bagian dari rangkaian acara symposium, juga disajikan video singkat tentang pelaksanaan KRPL di Indonesia

Inovasi dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk memproduksi pangan merupakan suatu terobosan untuk mengaktualisasikan konsep ketahanan pangan diawali dengan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA