Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Stok Beras 2,4 Juta Ton, Bulog Pastikan Stok Cukup

Jumat 23 Nov 2018 00:54 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Friska Yolanda

Pengunjung melihat beras beras jenis medium saat peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Beras, Jakarta Timur, Kamis (22/11).

Pengunjung melihat beras beras jenis medium saat peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Beras, Jakarta Timur, Kamis (22/11).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kenaikan harga terjadi mulai Oktober hingga Januari akhir saat petani mulai tanam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan stok beras di gudang Bulog sebanyak 2,4 juta ton. Dengan jumlah itu, ia memastikan stok tersebut cukup untuk kebutuhan.

"Kita lebih dari 2,4 juta ton, tahun lalu di bawah satu juta, jadi kita cukup stoknya," ujar Tri Wahyudi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (22/11).

Perum Bulog dan PT Food Station menggelar operasi pasar beras medium seharga Rp 8.500 per kilogram pada Kamis (22/11). Langkah ini dilakukan merespons kenaikan harga yang terjadi.

Adapun harga beras medium di Pasar Induk, berdasarkan keterangan dari sejumlah pedagang bekisar sekitar Rp 9.225 per kilogram. Di luar pasar induk harga beras medium sekitar Rp 9.400 per kilogram. Operasi ini ditujukan agar harga beras berada di angka Rp 8.500 per kilogram, di bawah HET yang ada di angka Rp 9.450 per kilogram.

Tri mengatakan, Bulog sendiri sudah menyiapkan pasokan untuk beras medium di Cipinang. "Hari ini ada 100 ton, kebutuhannya sekitar 2.000 ton, kita akan tambahkan mengikuti kebutuhan, tadi food station bilang 2 ribu. untuk sekitr 100 pedagang," ujar dia.

Stok yang cukup diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras. Stabilisasi ini pun, kata Tri, sudah berjalan di seluruh Indonesia.

"Kita sejak Januari, biasanya Desember, Januari, Februari, nanti masuk masa panen di februari akhir baru kita mulai turun lagi. kita jaga stabilitas harganya," ujar dia.

Tri mengatakan, kenaikan kerap terjadi mulai bulan Oktober, November sudah mulai berkurang jumlah panen. Saatnya petani mulai tanam, pada saat Januari akhir, maka harga akan mulai turun lagi.

Kasatgas Pangan Polri Kombes Nico Afinta mengatakan, menurut laporan dari Bulog, beberapa daerah mengalami kenaikan harga beras medium, tetapi itu tidak lebih dari satu persen. Ia mengatakan, Satgas akan berupaya semaksimal mungkin mewujudkan kestabilan harga dengan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif agar tidak terjadi kegaduhan.

"Penegakan hukum merupakan langkah terakhir yang dilakukan. Melakukan pengamanan harga pangan, secara pokok adanya monitoring harga, ketersediaan, dan langkah preemtif-preventif solutif”, kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA