Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Warga Pangandaran Benahi Tanggul Antisipasi Banjir

Senin 19 Nov 2018 06:38 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Friska Yolanda

Prajurit Yonif Raider 323 Kostrad membantu korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Pangandaran.

Prajurit Yonif Raider 323 Kostrad membantu korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Pangandaran.

Foto: dok. Penkostrad
Jika tanggul jebol, empat dusun di Desa Mangunjaya terancam banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Pekan lalu, sejumlah wilayah di Pangandaran, Jawa Barat, sempat terendam banjir. Hal ini pun mendorong masyarakat Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, untuk melakukan langkah antisipasi lewat perbaikan tanggul.

Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin mengatakan, tanggul yang ada tersebut kondisinya sangat tidak layak karena terhantam derasnya arus Sungai Ciseel. "Perbaikan ini dilakukan secara swadaya dan gotong royong demi mencegah terjadinya banjir di lingkungan masyarakat," kata Furqonudin, Ahad (18/11).

Jika tanggul tersebut jebol, maka hal itu akan berdampak pada terendamnya empat dusun di Desa Mangunjaya dan beberapa dusun di desa lainya. Oleh karena itu, ia pun medorong masyarakat agar dapat melakukan langkah antisipasi karena ia tak ingin perbaikan hanya akan dilakukan setelah bencana terjadi dan terlanjur memakan korban.

"Dalam perbaikan ini, kami mendapat bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) berupa karung. Karung tersebut kemudian kami isi dengan pasir sehingga dapat digunakan sebagai penahan arus," ujar dia.

Terkait perbaikan tersebut, sebetulnya, ia mengaku telah mengajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait. Namun, meski telah beberapa mengajukan selama tiga tahun, BBWS sama sekali tak memberikan tanggapan.

Menurutnya, BBWS tidak menanggapi permohonan perbaikan karena menilai bahwa tanggul yang telah jebol itu masih dalam kondisi tidak membahayakan. Padahal, kondisi tanggul sudah memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan banjir di pemukiman.

“Oleh karena itu, kami berharap agar instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan sebeluk bencana banjir menimpa kami,” ucapnya.

Pekan lalu, intensitas hujan yang cukup tinggi membuat banjir terjadi di Kecamatan Pangandaran. Berdasar data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran, terdapat 10 lokasi yang sempat dijadikan tempat pengungsian yang aman dari terjangan banjir yakni tersebar di Desa Pananjung dan Desa Babakan.

Warga yang mengungsi di kawasan Desa Pananjung sebanyak 1.200 kepala keluarga atau 4.460 jiwa, dan pengungsi di Desa Babakan sebanyak 300 kepala keluarga atau 900 jiwa. 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA