Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

6 Pemain Bintang yang tidak Pernah Bela Tim Nasional

Senin 19 Nov 2018 10:15 WIB

Rep: MGROL114/ Red: Israr Itah

Mikel Arteta

Mikel Arteta

Foto: reuters
Memakai jersey tim nasional menjadi penghargaan dan kehormatan tertinggi bagi pemain.

REPUBLIKA.CO.ID, Menjadi wakil negara pada ajang internasional mungkin menjadi impian semua pemain sepak bola. Memakai jersey tim nasional menjadi penghargaan dan kehormatan tertinggi bagi setiap pemain. Seorang pesepak bola tidak bisa menyebutkan kariernya sempurna jika belum pernah bermain untuk tim nasional. Piala Dunia merupakan panggung untuk para pemain sepak bola menyempurnakan kariernya.

Menjadi seorang pemain tim nasional tentunya tidaklah mudah, karena harus bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan satu tempat sesuai posisi. Tidak sedikit pemain yang berhasil bersama klubnya, tetapi belum pernah sekali pun bermain untuk negaranya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka tidak sekali pun membela tim nasionalnya, seperti persaingan ketat, faktor cedera, sampai tingkat kedisiplinan. Berikut ini enam pemain sepak bola dengan nama besar di klubnya yang belum pernah mencicipi penampilan bersama tim nasionalnya, seperti dikutip dari Sportskeeda:

1.Carlo Cudicini (Italia)

Carlo Cudicini merupakan salah satu penjaga gawang terbaik pada masanya. Ia bergabung dan berada di tim utama Chelsea pada era 2000-an. Cudicini telah menghabiskan sembilan tahun kariernya di Stamford Bridge. Di London, ia telah membuat lebih dari 141 penampilan dan sempat terpilih menjadi pemain terbaik Chelsea pada musim 2001/2002. Selain itu, Cudicini juga berhasil mendapatkan dua gelar Liga Primer Inggris.

Penampilan gemilangnya di level klub nampaknya belum bisa memasukkan namanya ke tim nasional Italia. Sempat dipanggil untuk pertandingan persahabatan melawan Turki pada 2002, namun ia gagal mendapatkan cap pertamanya untuk Italia. Padahal Cudicini pernah menjadi penjaga gawang utama Italia di level remaja.

Cudicini merupakan salah satu korban dari ketatnya persaingan posisi penjaga gawang Italia saat itu. Sehingga ia pun belum mendapat kesempatan untuk membela Italia pada ajang internasional. Saat itu Italia memang dikenal mempunyai banyak talenta penjaga gawang seperti Gianluigi Buffon, Francisco Toldo, dan Angelo Peruzzi. Cudicini kalah harus bersaing dengan mereka untuk mengisi pos penjaga gawang utama Italia.

Sempat ada rencana dari FA Inggris untuk menaturalisasi Cudicini karena sudah ditelantarkan oleh tim nasional Italia. Namun rencana itu gagal karena Cudicini gagal memenuhi syarat untuk menjadi pemain naturalisasi. Alhasil sang pemain pun pensiun dengan tanpa satu cap pun pertandingan internasional bersama Italia.

photo
Carlo Cudicini


2.Steve Bruce (Inggris)

Steve Bruce merupakan legenda Manchester United yang telah mengabdi selama sembilan musim. Ia pernah merasakan menjabat kapten Iblis Merah selama dua musim sebelum akhirnya pindah pada 1996. 

Bruce dianggap salah satu pemain belakang terbaik yang pernah dimiliki oleh MU. Bersama dengan Gary Pallister, keduanya berhasil menjaga garis pertahanan MU dengan bagus dan menjadi duet pemain belakang terbaik pada zamannya. 

Meskipun keduanya bermain kompak di klub, namun nasib keduanya di level timnas tak sama. Pallister berhasil mendapatkan 22 kesempatan bermain untuk timnas Inggris, sebaliknya Bruce tidak pernah sekali pun dipanggil ke tim nasional.

Steve Bruce mengakhiri kariernya di United dengan 12 trofi, termasuk tiga gelar Liga Primer Inggris, satu Piala Liga dan satu Piala Winners. Masih menjadi pertanyaan alasan pemain dengan segudang prestasi ternyata belum pernah sekali pun merasakan membela tim nasional.

Tidak dipanggil–panggil oleh timnas Inggris, Bruce sempat ditawari kesempatan membela Irlandia. Namun karena ia pernah sekali tampil membela timnas Inggris B, itu membuatnya gagal memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.

photo
Steve Bruce

3.Dario Hubner (Italia)

Dario Hubner adalah salah satu pemain paling konsisten di Liga Italia pada pertengahan 1990-an dan awal 2000-an. Ia telah mencetak 300 gol dalam kariernya selama hampir dua dekade. Ia pun berhasil mendapatkan penghargaan sebagai orang tertua yang memenangkan Sepatu Emas Serie A pada 2002 saat berusia 35 tahun.

Kenyataannya semua penampilan gemilangnya di klub gagal membawanya untuk merasakan satu pertandingan bersama tim nasional Italia. Garis tangan Hubner sama seperti Cudicini tadi, korban dari persaingan ketat di Azzurri. Ia kalah bersaing dengan pemain legenda seperti Roberto Baggio dan Christian Vieri.

Namun ternyata bukan faktor persaingan ketat saja yang membuatnya belum merasakan pertandingan internasional. Alasan lain karena catatan disiplinnya yang buruk sehingga ia tidak pernah dipanggil. Hubner menerima total 10 kartu merah serta 36 kartu kuning selama kariernya bermain.

photo
Dario Hubner



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA