Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kisah di Balik Adu Penalti

Senin 02 Jul 2012 00:33 WIB

Rep: abudllah sammy/ Red: M Irwan Ariefyanto

Sergio Ramos (kiri), bek timnas Spanyol, melepaskan tembakan 'penalti Panenka' dalam duel penalti lawan Portugal di semifinal Piala Eropa 2012.

Sergio Ramos (kiri), bek timnas Spanyol, melepaskan tembakan 'penalti Panenka' dalam duel penalti lawan Portugal di semifinal Piala Eropa 2012.

Foto: AP/Matthias Schrader

REPUBLIKA.CO.ID,Paolo Bento sibuk mencatat di atas kertas kecil. Sedangkan Rui Patricio secara seksama mendapat petunjuk dari sang pelatih kiper. Di tengah lapangan Stadion Donbass Arena, para pemain Portugal lain berkumpul membentuk lingkaran kecil.

Menjelang wasit memanggil kedua kapten untuk menentukan giliran menendang, seluruh skuat Portugal berkumpul. Bento melangkah bersama kertas catatannya. Sedangkan 21 pemain membentuk ling karan. Ronaldo dan Pepe terlihat terduduk di dalam lingkaran.

Bento menyampaikan keputusannya soal penendang penalti. “Saya memilih (Joao) Moutinho, Pepe, Nani, dan (Bruno) Alves sebagai penendang,” ujar pelatih Portugal Paolo Bento menjelaskan momen yang terjadi sebelum drama adu penalti melawan Spanyol itu, seperti dikutip situs resmi UEFA.

Segala keputusan soal penendang ditetapkan Bento tanpa ada pemain yang berinisiatif mengaju kan diri. Pemain sekelas Ronaldo bahkan hanya terduduk sembari mendengar perintah Bento kepada nya. “Saya mempersiapkan Ronaldo sebagai penendang kelima. Proyeksi saya saat itu, Ronaldo akan menyamakan kedudukan,” tambah Bento.

Namun tak dinyana, rancangan di atas kertas yang diracik Bento tidak sesuai rencana. Moutinho yang dikenal sebagai salah satu andalan, justru menjadi orang pertama yang gagal di kubu Portugal. Pun halnya Alves yang posisinya sebagai eksekutor tendangan ketiga, gagal ketika ditukar sebagai penendang keempat. “Saya semua yang memutuskan skenario penendang. Dan, saya siap bertanggung jawab soal itu,” kata sang pelatih.

Rancangan yang disusun Portugal akhirnya ber ujung petaka setelah kiper Rui Patricio hanya berhasil menahan tendangan satu pemain Spanyol (Xabi Alonso). Portugal pun harus takluk di babak semifinal Piala Eropa 2012.

Beda dengan Portugal, para pemain Spanyol sejak awal sudah percaya diri menatap penalti. Pelatih La Furia Roja Vicente Del Bosque mengungkapkan, para pemain Spanyol antusias ketika ditanya siapa yang hendak mengambil tendangan.

Bahkan, Del Bosque sempat kesulitan karena hampir semua pemain menawarkan diri sebagai penendang terakhir. “Fabregas mengatakan pada saya bahwa dia ingin mengambil tendangan kelima untuk menentukan kemenangan,” terang Del Bosque.

Menyadari besarnya kepercayaan diri para pemain, Del Bosque yakin timnya akan memenangkan drama adu penalti untuk merebut tiket final. Dari bangku pemain cadangan, Del Bosque pun mendapat pembuktian ucapan Fabregas. Pemain asal Barcelona itu benar-benar menjadi penentu kemenangan LA Furia Roja. Akankah hal ini terulang kembali dalam final nanti malam? 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA