Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Gelar Warga Kerhomatan Rusia untuk Salah Dianggap Propagada

Ahad 24 Juni 2018 04:20 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Mohamed Salah

Mohamed Salah

Foto: EPA-EFE/TOLGA BOZOGLU
Kontroversi mencuat setelah beredar foto Salah dan Kadyrov tengah bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Sejak kedatanganya ke tanah Rusia, Mohamed Salah tengah menjadi sorotan di Negeri Beruang Merah. Bahkan baru-baru ini penyerang Liverpool itu dinobatkan sebagai warga kehormatan Republik Rusia oleh pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov.

Salah bersama timnas Mesir mengikuti turnamen Piala Dunia 2018 dan tergabung di Grup A bersama tuan rumah Rusia, Uruguay, dan Saudi Arabia. Tim berjuluk the Pharaoh, memilih basis latihannya di ibu kota Chechnya, Gronzy yang merupakan otonomi dari Ramzan Kadyrov.

Kontroversi mencuat setelah beredar foto Salah dan Kadyrov tengah bersama. Alhasil, hal itu menimbulkan kecaman dari berbagai pihak termasuk Kelompok HAM di Rusia yang menuduh Kadyrov menggunakan pesepak bola 26 tahun itu sebagai alat propagadan politik.

Mendapat kabar tersebut Kadyrov langsung memberikan klarifikasi. Ia membantah bahwa dirinya memanfaatkan popularitas Salah untuk mobilitas politiknya.

"Mohamed Salah adalah warga kehormatan Chechnya! Itu benar! Pada jamuan makan malam saya bermaksud untuk menghormati timnas Mesir, saya memberi Salah salinan surat keputusan dan lencana. Saya rasa ini adalah gelar yang pantas untuknya," ujar Kadyrov dikutip BBC Sport, Ahad (24/6).

Seperti diberitakan Sky Sports sebelumnya, kedua organisasi pembela HAM mengkritik FIFA dan federasi sepak bola Mesir karena mengizinkan Kadyrov hadir di stadion. Keduanya juga mempertanyakan mengapa Salah bersedia berfoto dengan Kadyrov.

Dalam pernyataan kedua organisasi, Kadyrov ditegaskan sebagai sosok yang melakukan banyak sekali pelanggaran HAM. Sedangkan catatan Amnesty International, Kadyrov merupakan pelaku pelanggaran HAM berat di Chechnya. Para pegiat HAM di wilayah yang bersatu dengan Federasi Rusia itu menjadi target persekusi.

Di sisi lain, timnas Mesir sudah tidak memiliki harapan untuk bertahan di ajang Piala Dunia. Sebab dari dua laga yang telah dijalani, Salah dan rekan setim belum memetik satu pun kemenangan.

Nantinya Mesir bakal melakoni laga terakhir melawan Saudi Arabia di Stadion Volgograd, Senin (25/6). Kemenangan tak berpengaruh apapun terhadap kedua negara tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya