Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Piala Dunia 1958, Saat 'Bocah' Brasil Mengguncang Eropa

Ahad 08 Juli 2018 05:00 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Striker Timnas Brasil, Pele (kanan), melompat saat menghadapi Swedia di final Piala Dunia 1958.

Striker Timnas Brasil, Pele (kanan), melompat saat menghadapi Swedia di final Piala Dunia 1958.

Foto: AP
Brasil menjadi juara pada Piala Dunia 1958.

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHLOM -- Tim Amerika Selatan lagi-lagi kehilangan taji pada Piala Dunia yang digelar di daratan Eropa. Piala Dunia 2018 kembali menjadi momen di mana wakil-wakil Amerika Selatan tumbang tanpa bisa mengangkat trofi sejak terakhir mmelakukkannya 60 tahun lalu. Kali ini di Rusia, Uruguay tumbang oleh Prancis 0-2, disusul Brasil yang menyerah 1-2 dari Belgia pada perempat final Piala Dunia 2018.

Amerika Selatan pernah berjaya di Eropa saat Brasil menjadi juara pada Piala Dunia 1958. Kala itu, Brasil keluar sebagai juara setelah menggasak tuan rumah Swedia dengan skor 5-2. 

Kemenangan ini sekaligus jadi kali pertama negara Amerika Selatan keluar sebagai kampiun di Benua Biru. Sebab, setelah itu, wakil negara Eropa selalu menjadi juara di tanahnya sendiri. Dimulai pada 1966 yang dimenangkan timnas Inggris, kemudian Jerman Barat 1974, Spanyol 1982, Jerman Barat 1990, Prancis 1998, dan terakhir Italia 2006. Maka tak berlebihan jika pecinta sepak bola akan terus mengingat kejayaan Brasil yang diperkuat Pele, sang 'bocah' ajaib.

Pele keluar sebagai bintang pada laga final pada usia 17 tahun. Ia sekaligus menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia dengan torehan enam gol di Swedia dari empat laga.

Sejatinya Pele diragukan untuk terbang ke negara Skadinavia karena dirinya dibekap cedera disamping usianya yang masih terbilang sangat muda untuk bersaing dengan pemain Eropa. Namun, rekan setimnya mendesak pelatih Vicente Feola untuk memanggilnya. Alhasil penggawa Santos masuk dalam skuat Selecao.

Sang legenda tidak bermain di dua partai awal Brasil pada fase grup. Pelatih menurunkannya ketika Brasil berjumpa Uni Soviet, hasilnya Brasil menang 2-0 berkat aksi Pele yang sukses menyumbangkan assist bagi terciptanya gol Vava.

"Jika lutut Pele tak mengalami masalah (cedera), maka dia akan siap bermain. Pemain Eropa besar dan unggul dalam fisik namun ia mampu menumbangkannya," kata Feola.

Hingga pada perempat final melawan Wales, ia mencetak gol pertamanya. Setelah itu, Pele mencetak hat-trick pada laga semifinal versus Prancis. Dia kemudian menyumbang dua gol di final untuk membantu Brasil memenangkan gelar Piala Dunia pertama. Dunia telah diperkenalkan dengan bakat lincah Pele, dan dinasti sepak bola yang dikenal sebagai tim nasional Brasil lahir. Sepak bola tidak pernah sama lagi setelah kehadiran Pele.

Piala Dunia 1958 bisa dibilang sebagai panggung awal bagi pesepak bola bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento. Ia hanya kalah dari bomber Prancis, Just Fontaine (13 gol) yang mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Hingga akhir kariernya sebagai pemain, Pele total mengoleksi tiga trofi Piala Dunia dan mengemas lebih dari 1.000 gol.

Merujuk pada film berjudul Pele disutradarai oleh Jeff Zimbalist, dalam ajang akbar sepak bola empat tahunan tersebut Pele yang hidup dalam pusaran kemiskinan membuat mata publik dunia terbelalak. Aksinya membuat gaya sepak bola ala Brasil, Joga Bonito, menjadi masyhur.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya
 
Terpopuler
 
Terkomentari