Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Ambisi Mussolini dan Gol Schiavio Antar Italia Berjaya

Rabu 13 June 2018 15:13 WIB

Rep: Arif Supriyono/ Red: Israr Itah

Benito Mussolini

Benito Mussolini

Foto: AP
Hasrat menjadi tuan rumah itu diikuti satu tekad oleh Mussolini: Italia harus juara.

REPUBLIKA.CO.ID, Italia berjaya di tanah sendiri saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934. Ambisi besar Benito Mussolini, diktator Italia yang mengembangkan fasisme, dibantu gol Angelo Schiavio pada perpanjangan waktu menghasilkan gelar juara pertama bagi Azzurri. 

Aroma politik begitu kental mewarnai pelaksanaan Piala Dunia 1934. Bau politis bahkan sudah tercium saat menjelang penutupan Piala Dunia 1930 di Uruguay.

Ketika itu, Mussolini sudah menggaungkan tekadnya untuk menjadikan negaranya sebagai tuan rumah Piala Dunia 1934. Ia segera memerintahkan bawahannya, Jenderal Giorgio Vaccaro, untuk meminta hak menjadi tuan rumah Piala Dunia, berapa pun biaya yang harus dipikulnya. Hasrat menjadi tuan rumah itu diikuti satu tekad oleh Mussolini: Italia harus juara.

Sebelum FIFA menetapkan Italia sebagai tuan rumah, Vaccaro bahkan telah memilih seorang wartawan,Vitorio Pozzo, sebagai ketua panitia pemenangan gelar juara bagi Italia. Setelah terpilih sebagai tuan rumah, Italia lalu menetapkan format turnamen dengan 16 peserta yang terpilih dari kualifikasi di seluruh dunia. Pertandingan digelar pada 27 Mei sampai 10 Juni.

Tak ada hambatan bagi Italia pada babak ini. Mereka mampu melewati adangan kesebelasan Amerika Serikat. Tim dari negeri Paman Sam yang begitu perkasa pada Piala Dunia 1930 dibuat tak berdaya dan ditumbangkan Italia 1-7.

Laju Italia agak tersendat ketika bertemu Spanyol pada babak delapan besar. Perlawanan habis-habisan dari Spanyol membuat Italia sulit mengembangkan permainan. 

Nama-nama besar di kesebelasan Italia semacam Angelo Schiavio, Giuseppe Meazza (sekarang menjadi nama stadion klub AC Milan), dan Luigi Allemandi sempat tak berkutik. Skor pun bertahan 1-1 hingga laga selesai.

Keesokan harinya, partai ulangan digelar. Gol Meazza memecah kebuntuan di pertandingan lanjutan. Seketika membahanalah tepuk sorak dan luapan kegembiraan sekitar 43 ribu pasang mata yang menyaksikan pertandingan ini. 

Kedudukan 1-0  bertahan hingga akhir pertandingan. Dalam partai semifinal, Italia mengalahkan Austria dengan 1-0.

Pada laga final yang berlangsung 10 Juni 1934, perjalanan Italia jauh lebih sulit lagi. Tuan rumah bertemu Cekoslovakia (sebelum negara ini dipisah menjadi Ceska dan Slovakia) yang di semifinal menggusur tim tangguh Jerman 3-1.

Sekitar 73 ribu ribu penonton di Stadion Partai Fasis Nasional sempat membisu setelah Cekoslovakia unggul melalui gol dari Puc. Kiper dan kapten kesebelasan Cekoslovakia, Planika, pun melonjak kegirangan. Suasana kian mencekam saat babak kedua memasuki menit 40 dan skor belum berubah.

Italia layak berterima kasih pada dua pemain keturunan Argentina, Enrique Guaita dan Raimundo Orsi. Umpan Guaita menjelang akhir babak kedua dimanfaatkan dengan baik oleh Orsi untuk menyamakan skor 1-1.

Perpanjangan waktu pun dilakukan dan Angelo Schiavio menjadi pahlawan dengan mempersembahkan gol dan gelar bagi Italia. Terwujudlah mimpi Mussolini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya